by

Musda Golkar 5 Maret, Ini Nama Struktur Kepanitiaannya

SULBARPEDIA. COM, -Rapat pleno DPD Partai Golkar memutuskan pelaksanaan Musda III Golkar Sulbar akan berlangsung pada awal Maret yakni 5-7 Maret 2020.

Rapat yang dipimpin oleh Plt Ketua Golkar Sulbar Ibnu Munzir bersama Sekretaris Golkar Sulbar Hamzah Hapati Hasan pada Ahad (16/2/2020) di Hotel Grand Maleo Mamuju ini juga memutuskan dua lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan Musda, yaitu Mamuju atau Pasangkayu.

“Ada dua tempat yang kita persiapkan yaitu di Ibu Kota Sulbar Mamuju atau Pasangkayu. Nantilah kita lihat plus minusnya dimana. Kita rencanakan di Pasangkayu karena ada momen Pilkada. Kita ingin gaung-nya memberikan motivasi dan semangat kepada kader kita yang menjadi calon bupati di sana yaitu Pak Yaumil (Ambo Djiwa). Tapi, semuanya tergantung kesepakatan teman-teman panitia dan akan kita konsultasikan ke DPP,” ungkap Ibnu.

Ia menambahkan, dari empat kabupaten yang mengikuti pilkada serentak 2020, hanya di Pasangkayu yang terdapat kader murni Golkar yang menjadi calon bupati yang berdasarkan hasil survei memiliki peluang untuk menang.

Pada rapat ini juga ditetapkan pimpinan panitia pelaksana Musda III yang terdiri Ketua Panitia Penyelenggara Usman Suhuriah, Ketua SC (Steering Comitte) Marigun Rasyid, dan Ketua OC (Organizing Comitte) Hamsah Sunuba.

Sedangkan Ibnu Munzir dan Hamzah Hapati Hasan menjadi penanggungjawab pelaksanaan Musda.

“Jadi sesuai ketentuan, kita bentuk panitia yang terdiri dari ketua penyelenggara, ketua SC, dan ketua OC. Nanti silakan panitia yang rapat secara teknis untuk membentuk susunan kepanitiaan sesuai kebutuhan. Sedangkan saya dan Pak ketua (Ibnu Munzir) menjadi penanggungjawab kegiatan musda ini,” kata Hamzah Hapati Hasan.

Salah satu agenda utama dalam pelaksanaan musda adalah pemilihan Ketua DPD Golkar Sulbar.

“Ketentuan dan persyaratan untuk menjadi calon ketua adalah berdasarkan AD/ART dan PO Partai Golkar. Tapi, yang jelas kriteria utama adalah kader dan telah menjadi pengurus selama satu periode kepengurusan. Tidak boleh ada kerabat yang menjadi anggota DPRD dari partai lain atau pengurus dari partai lain,” kata Ibnu.

 

(Cul /Lal)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed