Paradoks BBM di Majene: Harga Normal, Akses Sulit, Antrean Mengular

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Mamuju  – Kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Majene kian memprihatinkan. Meski harga masih tergolong normal, masyarakat justru kesulitan mendapatkannya. Situasi ini disoroti Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Majene yang menyebutnya sebagai fenomena “mencari jarum di jerami”.

Di lapangan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU terlihat mengular hingga ke badan jalan. Kondisi ini bahkan telah menjadi rutinitas harian yang menyulitkan warga.

Tak hanya itu, antrean panjang diperparah oleh maraknya pembelian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar. Praktik ini dinilai membuat stok cepat habis, sehingga masyarakat yang hanya ingin mengisi tangki kendaraan harus menunggu lama atau bahkan tidak kebagian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi ini jelas tidak adil. Harga memang normal, tapi aksesnya dipersulit oleh lemahnya pengawasan,” ujar Kadi, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Majene, Rabu (04/04/2026).

HMI Cabang Majene menilai, persoalan ini dipicu oleh distribusi yang tidak merata, dominasi pembelian dalam jumlah besar, serta kepanikan masyarakat yang memicu aksi pemborongan setiap kali stok tersedia.

Lebih jauh, ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk kegagalan pelayanan publik karena hak masyarakat untuk mendapatkan energi tidak terpenuhi secara adil.

Menyikapi hal tersebut, HMI Cabang Majene mendesak Pemerintah Daerah Majene segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM. Aparat keamanan juga diminta memperketat pengawasan di SPBU serta menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan.

Selain itu, DPRD Majene didorong untuk melakukan pengawasan dan memanggil pihak terkait guna mencari solusi konkret atas persoalan ini.

HMI menegaskan, jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, pihaknya siap mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk perjuangan terhadap hak masyarakat.

(Adm)

Berita Terkait

Pesan Gubernur Suhardi Duka untuk Wisudawan UT Majene: Jaga Integritas, Jadilah Penjaga Kepercayaan
Wanita Tipu Warga di Majene Modus Penukaran Uang Baru, Pelaku Ditangkap
Kunjungan Perdana Kadis DKP Safaruddin ke BBIP Poniang, Tegaskan Kolaborasi dan Penguatan Budidaya Perikanan
STIKes Bina Bangsa dan STIE YAPMAN Majene Tanda Tangan MoU Internasional Bersama Unismuh Makassar
PTKP HMI Cabang Majene Desak Evaluasi AMDAL Lalin JENS Cafe, Dinilai Ganggu Keselamatan Publik
Tak Ditemukan hingga Hari Ketujuh, Nelayan Majene Dinyatakan Hilang
Hari Keenam Pencarian Nelayan Jatuh di Perairan Majene, Area Disisir hingga 86 Mil Laut
Sat Resnarkoba Polres Majene Bongkar Jaringan Sabu, Empat Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:25 WIB

Jelang Musda ke-IV, Elite DPP Hanura Tiba di Mamuju: Suntikan Energi Baru bagi Kader di Sulbar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:43 WIB

Jumat Bersih di RSUD Sulbar, Tingkatkan Kenyamanan dan Kualitas Pelayanan Pasien

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:59 WIB

Tingkatkan Kompetensi Perawat, RSUD Sulbar Laksanakan Journal Reading Metode Hidrasi pada Pasien PCI

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:15 WIB

Sekda Sulbar Dorong Digitalisasi Data Pangan: Dengan Digitalisasi, Kebijakan Bisa Lebih Cepat

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Peringati Harkitnas Ke-118, Gubernur Sulbar Ajak Masyarakat Bangga Jadi Bangsa Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:16 WIB

Rancang Dokumen Akhir RKPD, Pemprov Sulbar Matangkan Integrasi Data Sektoral

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:45 WIB

Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2026, RSUD Sulbar Gelar Edukasi Kesehatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:42 WIB

RSUD Sulbar Perkuat Layanan Spesialistik melalui Kredensialing Orthopedi dan Patologi Anatomi

Berita Terbaru

x