by

Kasman Mantan Ketua HMI Polman Dilantik Jadi Ketua Komisi Sosial dan Keagamaan PB HMI

SULBARPEDIA. COM, -Mantan ketua Cabang HMI-MPO Polman Kasman resmi dilantik menjadi pengurus besar (PB) HMI-MPO periode 2020-2022.

Mantan pengurus Badko HMI MPO Sulselbar ini di beri amanah sebagai ketua komisi sosial dan keagamaan PB HMI. Pelantikan tersebut dilaksanakan di pendopo kantor bupati Tangerang, Banten Jumat, 27/6/2029.

Pelantikan itu disaksikan langsung oleh beberapa tokoh nasional melalui virtual seperti ketua MPR RI.Bambang Soesatyo, wali kota Tangerang Arief rachadiono Wismansyah, kordinator majelis Nasional KAHMI Sigit Pamungkas dan bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Ketua komisi sosial dan keagamaan Kasman.S.pdi yang di berikan amanah pada kepengurusan PB HMI periode 2020/2022 adalah perwakilan dari Sulbar. Kasman termasuk putra terbaik Sulbar karena merupakan mantan ketua cabang HMI kab.Polman,2016/2018. Ia juga merupakan mantan pengurus HMI MPO BADKO Suselbar periode 2018/2020.

Usai dilantik Kasman menegaskan akan tancap gas berkerja untuk kepentingan bangsa dan negara terkhusus untuk kepentingan masyarakat.

“kita akan mendorong kebijakan dan program kerja dari Kementerian Sosial, tentu program yang bisa melahirkan kesejahteraan sosial di masyarakat. Begitupun di Kementerian Agama harus tetap konsisten untuk melahirkan wawasan, peningkatan nilai-nilai keagamaan dimasyarat yang harus berlandaskan dengan insyan Ulil Albab.”terangnya Senin, 29/06/20.

Kasman meminta dua kementrian ini yakni Kementerian Sosial dan Kementerian Agama agar lebih meningkatkan kinerjanya ,Kinerja Kementrian kata dia harus lebih pro kepada kepentingan rakyat dan ummat.

“InsyaAllah akan kita kawal baik-baik kita tau hari ini persoalan admistrasi dalam hal pendataan berkaitan dengan bantuan-bantuan dari Kementerian Sosial masih bnyak data yang belum akurat sehingga itu gagasan saya untuk tetap mengawasi admistrasi pengelolaannya. Supaya kedepannya kita bisa pastikan bahwa tidak ada lagi asumsi-asumsi yang keluar dari beberapa pihak di masyarakat yang berkaitan dengan diskriminasi sosial.”terangnya.

Kasman menyoroti data bantuan sosial seperti BLT dan BST yang datanya masih jauh dari kata sampurna, Ia menilai data bansos mulai dari desa hingga pusat terjadi tumpang tindih, ganda dan lain sebagainya.

“salah satu contoh dalam bantuan BST bantuan covid 19 dari Kementerian Sosial ini masih banyak yang ganda karena kurangnya pengelolaan admistrasi yang benar. Sehingga saya kira itu perlu kita kawal baik-baik kedepan bahwa data selama ini belum akurat dan efektif. Nah inilah yang akan kami rumuskan bersama dengan wakasekjend komisi sosial dan keagamaan. bersama dengan anggota yang lain. “tutupnya.

(Lal)

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed