SULBARPEDIA.COM, – Aktivitas penambangan galian C yang dilakukan oleh CV. APRILIA di kawasan Jalan Poros Kelapa Tujuh, jalur Stadion Manakarra, menuai keresahan warga sekitar. Penambangan tanah dan batu gunung ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta merusak lingkungan.
Material tanah dan batu yang diangkut dari lokasi tambang kerap berceceran di sepanjang jalan, mulai dari Perumahan Anjoro Pitu Hills hingga perempatan Stadion Manakarra. Kondisi ini diperparah saat hujan deras, karena material tanah dan batu diduga ikut menyumbat saluran drainase di bawah jalan provinsi, khususnya di sekitar perempatan Masjid yang mengarah ke UNIMAJU.
Akibatnya, jalanan menjadi licin ketika hujan, sementara saat cuaca panas, debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan warga. Bahkan, sudah ada beberapa pengendara motor yang menjadi korban akibat tergelincir di jalan yang licin oleh material tambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau hujan licin, drainase tertutup tanah dan batu tambang. Saat kering, debunya luar biasa,” ungkap Alam, salah satu warga yang mengeluhkan dampak buruk aktivitas tersebut.
Warga mengaku sudah merasakan dampak negatif penambangan ini sejak beberapa bulan terakhir. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas agar tidak menimbulkan korban jiwa lebih banyak dan kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. APRILIA belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait keluhan warga dan dampak aktivitas tambang yang mereka lakukan.
(Adm)











