SULBARPEDIA.Com — Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary, menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke-1 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mamuju Tengah di aula Hotel Fadhilah, Jalan Abdul Madjid Pattaropura, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Askary menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan konfercab GMNI.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif serta kader-kader berkualitas bagi pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin satu frekuensi, yakni membangun daerah secara bersama-sama,” ucapnya dengan nada semangat.
Lebih lanjut ia mengatakan, GMNI Mamuju Tengah telah melahirkan aksi nyata dan sumbangan pemikiran.
“Peran adek-adek sekalian terhadap pembangunan daerah itu sangat membantu pemerintah,” ungkap Askary.
Orang nomor dua di Pemkab Mamuju Tengah itu memaparkan sejumlah capaian positif hasil kolaborasi dengan GMNI, di antaranya peningkatan angka budaya literasi yang semula rendah kini mengalami kenaikan berkat kerja sama lintas sektor.
Selain itu, kontribusi GMNI juga terlihat dalam penanganan lingkungan hidup, termasuk upaya penanggulangan banjir rob, serta keterlibatan di berbagai bidang sosial kemasyarakatan.
Askary menegaskan komitmen Pemkab Mamuju Tengah untuk mendukung penuh kegiatan-kegiatan GMNI ke depan.
“Pemkab Mamuju Tengah berkomitmen membackup kegiatan adek-adek GMNI. Saya ingin menitipkan, bisa berkolaborasi untuk membangun daerah,” pesannya.
Ketua GMNI Mamuju Tengah, Gibran, menjelaskan, organisasinya lahir pada tahun 2021 dan seiring perjalanan waktu terus berkembang.
Konferensi Cabang ke-1 ini merupakan momen bersejarah pertama bagi GMNI di Bumi Lalla’ Tassisara’, julukan Kabupaten Mamuju Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum DPD GMNI Sulawesi Barat, Misbahuddin, mengajak seluruh kader GMNI Mamuju Tengah untuk menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas guna mencegah perpecahan.
Ia juga berharap GMNI Mamuju Tengah hadir tidak sebagai “juru pukul” melainkan sebagai “juru pikir” bagi kemajuan daerah.
“Apapun dinamikanya dalam konfercab, tetaplah kembali ke rumah,” pesan Misbahuddin.(*)











