MAMUJU TENGAH – Kemarau panjang melanda Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian dan air bersih masyarakat.
Puluhan hektare lahan sawah warga di Dusun Jennetallasa, Desa Tabolang, terancam gagal panen akibat kekurangan air.
Selain itu, rumah warga juga kekeringan air bersih. Sekitar 35 hektare lahan persawahan di Jennetallasa kini membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan tanaman padi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat kondisi tersebut, Rudi Maming, Tokoh Masyarakat sekaligus pimpinan PT Nur Makmur Benteng, berinisiatif membantu petani dengan menyalurkan air secara gratis ke areal persawahan dan berbagi air bersih ke rumah warga.
Dua armada miliknya dikerahkan untuk mendistribusikan air sejak Kamis (3/9/2026).
Masing-masing armada terdiri dari mobil tangki berkapasitas 9.000 liter dan mobil hardtop dengan bak penampung berkapasitas 1.000 liter.
“Alhamdulillah, saya tergerak melihat kondisi masyarakat dan persawahan mereka,” ucap Rudi.
Hal senada disampaikan Edi, orang kepercayaan Rudi sekaligus koordinator pendistribusian air.
Ia mengatakan kedua armada tersebut dalam sehari dapat bolak-balik lima hingga enam kali mengambil dan menyalurkan air dari sungai ke persawahan.
“Penyalurannya mulai Kamis kemarin. Sehari armada bisa lima sampai enam kali bolak-balik mengambil air. Biasanya mulai pagi sampai pukul 20.00 WITA,” ujar Edi saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Edi, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan tanaman padi warga agar tidak gagal panen akibat kekeringan.
“Semoga bantuan ini dapat menyelamatkan tanaman mereka dan mudah-mudahan apa yang dilakukan Bos Rudi menjadi amal kebaikan dan pahala,” harapnya.
“Selain itu, semoga masyarakat yang menerima air bersih dapat terbantu,” pungkasnya.(*)










