MATENG,SULBARPEDIA.Com-Sekartaris Daerah (Sekda) Kab.Mamuju Tengah Lita Febriani.S.E,M.SE menerima kunjungan Pemimpin Keuskupan Katolik wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Mgr. Pransiskus Nipa, PR., bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat sekaligus berkunjung ke Kabupaten Mamuju Tengah. Minggu (1/2/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Mgr. Pransiskus Nipa, PR. bersilaturahmi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, sebagai bentuk penguatan hubungan dan komunikasi antara pemimpin umat Katolik dengan pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu, Nipa,PR menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah atas kepedulian serta perhatian yang terus diberikan kepada seluruh warga, termasuk umat Katolik yang berdomisili di Kabupaten Mamuju Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mgr. Pransiskus Nipa, PR. hadir didampingi oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan serta sejumlah pejabat dan perwakilan umat Katolik di wilayah Sulawesi Barat. Rombongan diterima secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Lita Febriani, S.E., M.S.E., didampingi Asisten III Heranto, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Hajai, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Ortala, serta beberapa pejabat fungsional lainnya.
Sekda Kabupaten Mamuju Tengah Lita Febriani mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi itu, Ia menegaskan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta kesiapan pemerintah daerah dalam menerima serta memfasilitasi berbagai kegiatan umat Katolik, baik kegiatan keagamaan berskala lokal maupun kegiatan tingkat nasional yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Mgr. Pransiskus Nipa, PR. juga mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang terbangun dengan baik di Kabupaten Mamuju Tengah. Menurutnya, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat. (lis/*)











