Lahan Dicaplok, Warga Kabuloang Protes Minta IUP PT Polemaju Mineral Mandiri Dicabut

- Jurnalis

Jumat, 20 September 2024 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kabuloang protes lahan masuk IUP PT PMM, dok.adm

Warga Kabuloang protes lahan masuk IUP PT PMM, dok.adm

SULBARPEDIA.COM,- Mamuju, Lokasi sejumlah warga di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) masuk dalam kawasan PT Polemaju Mineral Mandiri (PMM). Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu gajah itu disebut akan beroprasi dengan luas lahan 79 hektare.

Warga yang tidak terima lantas melakukan aksi protes di DPMPTSP Sulbar, Jumat (20/9/2024). Saat dilangsungkan mediasi warga mengamuk mendesak izin tambang PT PMM dicabut, warga juga menolak memberikan lokasinya untuk dikelola perusahaan tersebut.

“Pemilik lahan dengan pihak tambang sudah pernah melakukan pertemuan dan sudah ada kesepakatan untuk kerjasama. Tapi sudah 4 tahun terjadi kesepakan dan IUP dari PT Polemaju Mineral Mandiri sudah keluar namun pemilik lahan tidak dibayarkan,” ujar pendamping hukum warga, Imanuddin kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imanuddin menyebut, warga saat ini sudah tidak mau lagi lokasinya dijadikan areal tambang. Warga meminta agar izin IUP dari PT Polemaju Mineral Mandiri dicabut.

“Lokasi yang dijadikan areal tambang adalah lokasi warga izin tambang PT Polemaju Mineral Mandiri harus dicabut,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Kabuloang, Irham juga meminta perusahaan untuk membuktikan dokumen kepemilikan lahan dan mengungkap siapa yang telah memberikan izin kepada perusahaan.

“Kami meminta perusahaan menunjukkan dokumen tersebut, karena saya sendiri tidak mengetahui adanya penandatanganan dari warga kami,” kata Irham.

Warga-Pemilik Tambang Adu Mulut

Dalam mediasi tersebut sejumlah warga yang hadir, sempat terlibat adu mulut dengan pemilik tambang. Suasana dalam ruangan sempat memanas bahkan mediasi nyaris ricuh.

Beruntung pihak DPMPTSP Sulbar, mengajak kedua belah pihak untuk mencari solusi. Pihak DPMPTSP mengajak kedua pihak agar lebih tenang mencari jalan keluar.

Adu mulut antara warga baru mereda setelah pihak pemilik tambang, bersedia untuk melakukan pertemuan di lokasi yang disengketakan. Pihak pemilik izin juga sepakat kalau ada lokasi warga yang masuk di lokasi tambang maka pemilik tambang akan mengeluarkan lojasi warga dari areal tambang.

Pejabat Fungsional Penata Perijinan Ahli Madyia DPMPTSP Irfan AT, dalam mediasi itu berjanji akan melakukan pertemuan di lokasi tambang.

“Pihak warga dengan pemilik tambang akan dipertemukan di lokasi tambang kedua pihak akan memperlihatkan semua surat suratnya,” kata Irfan AT.

Dia menambahkan jika melihat dari peta lokasi yang dimiliki perusahaan ada lokasi warga, maka lokasi warga akan dikeluarkan dari areal lokasi tambang.

“Pihak peeusahaan tambang bersedia untuk mengeluarkan lokasi warga yang termasuk dalam areal tambang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Polemaju Mineral Mandiri Abdul Hafid, mengatakan pihaknya siap melepaskan lahan warga yang tidak ingin terlibat jika memang masuk dalam wilayah usahanya. Dia pun menyerahkan ke pihak ESDM Sukbar mengukur titik koordinat.

“Kami siap melepaskan tanah yang tidak ingin ikut dengan kami, ESDM akan mengukur titik koordinat, dan kami mengantongi dokumen sporadik dari total 79 hektar,” kata Hafid.

(rls/adm)

Berita Terkait

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Mamuju Tengah Gelar Bakti Religi di Masjid Nurul Huda
Bhabinkamtibmas Salugatta Sambangi Rumah-Rumah Warga Ciptakan Kondusifitas
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Bambamanurung Monitoring Lahan Jagung Milik Warga
Sulfakri Sultan Gelar Hearing Dialog Bahas Urgensi Kota Otonom Sulbar
Sigap dan Responsif, RSUD Sulbar Evakuasi Pasien ke Area Aman Pascagempa Palu
Ketua MA Terima Audiensi SMSI Bahas Budaya Mediasi
BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pascagempa M6,7 di Palu
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independens

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:34 WIB

Jaga Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas, Satlantas Polres Mateng Intensifkan Patroli Rutin

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:36 WIB

Pembangunan RSUD Tipe C Mamuju Tengah Dimulai

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Polongaan Patroli dan Sambang ke Lahan Perkebunan Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 10:57 WIB

Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Topoyo Sambangi Titik Kumpul Remaja di Dusun Lomba Deko

Senin, 22 Juni 2026 - 10:49 WIB

SE2026, Arsal Aras Sebut Keakuratan Data  Menentukan Meberhasilan Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:46 WIB

Polres Mateng Gelar Turnamen Mobile Legend Meriahkan Menyabut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:45 WIB

Personel Polres Mateng Meriahkan Semarak HUT Bhayangkara dengan Lomba Tangkap Bebek dan Tarik Tambang Antar Satfung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WIB

Polres Mamuju Tengah Gelar Karya Bakti Bersihkan Pantai Babana Jelang HUT Bhayangkara Ke 80

Berita Terbaru

Mamuju Tengah

Pembangunan RSUD Tipe C Mamuju Tengah Dimulai

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:36 WIB

x