MAMUJU,- Manajer SPBU Tapalang, Toni Arianto, buka suara menanggapi pemberitaan oleh media terkait dugaan penyaluran BBM subsidi jenis solar yang disebut tidak sesuai ketentuan. Ia menilai informasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026), Toni menegaskan bahwa distribusi solar subsidi di SPBU Tapalang dilakukan secara terbatas dan terjadwal.
“Pendistribusian BBM jenis solar hanya sekali dalam seminggu dengan volume 8 kiloliter, bukan setiap hari masuk hingga 10 ton seperti yang diberitakan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memastikan bahwa seluruh proses penyaluran telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Penyaluran dilakukan sesuai aturan dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk nelayan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Toni menyoroti kejanggalan dalam materi pemberitaan yang beredar, khususnya terkait penggunaan foto dan penyebutan lokasi.
“Dari foto saja sudah terlihat disebut SPBU Tapalang Barat, padahal faktanya tidak ada SPBU dengan nama tersebut. Ini jelas menimbulkan pertanyaan besar soal validitas informasi,” ungkapnya.
Ia juga menduga adanya kepentingan tertentu di balik pemberitaan tersebut. Menurutnya, pihak yang menyebarkan informasi itu patut dicurigai memiliki keterkaitan dengan praktik jaringan distribusi minyak ilegal.
“Bahkan ada indikasi pihak yang membuat berita tersebut merupakan bagian dari jaringan minyak, yang diduga turut menyuruh beberapa penjual untuk mencarikan BBM solar,” jelasnya.
Pihak SPBU Tapalang mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta meminta media untuk lebih mengedepankan akurasi dan prinsip keberimbangan dalam menyampaikan berita kepada publik.
(rls/adm)











