SULBARPEDIA.COM, Mamuju – Dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2026, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan edukasi kesehatan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.
Edukasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, di depan ruang tunggu pendaftaran RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengendalian hipertensi guna mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka , khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edukasi kesehatan disampaikan oleh dr. Andi Puttiri Ratnah Kasiah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa tekanan darah adalah kekuatan dorongan darah dari jantung ke dinding pembuluh darah (arteri) saat jantung memompa darah. Ia menyampaikan bahwa satu dari tiga orang di dunia menderita hipertensi.
“Hipertensi merupakan silent killer dan telah merenggut sekitar 23,7 persen dari 1,7 juta kematian di Indonesia. Disebut silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan kerusakan organ secara mendadak,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Andi Puttiri Ratnah Kasiah memaparkan beberapa gejala umum hipertensi yang perlu diwaspadai, seperti sakit kepala hebat, rasa lelah dan pusing, gangguan penglihatan, nyeri dada, serta sesak napas. Ia juga menjelaskan bahwa faktor risiko utama hipertensi meliputi gaya hidup tidak sehat, faktor genetik atau keturunan, serta faktor usia.
Kegiatan edukasi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari pasien maupun keluarga pasien. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Musadri Amir Abdullah menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit yang berisiko tinggi.
“Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat, rutin memeriksa tekanan darah, serta melakukan pencegahan sejak dini agar terhindar dari komplikasi hipertensi,” ujarnya.
(Adm)











