MATENG,SULBARPEDIA.Com – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah menerjunkan 58 personel untuk mengamankan jalannya pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin malam (15/6/2026).
Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky Kristanto Abadi, menjelaskan bahwa puluhan personel tersebut bertugas sejak peserta berkumpul di titik start hingga acara selesai di lokasi finish.
“Kalau dari polisi sekitar 58 personel. Mereka kami tugaskan untuk pengamanan arus lalu lintas, pendampingan iring-iringan peserta pawai, serta pengamanan kamtibmas di sekitar area kegiatan,” ungkap AKBP Hengky saat ditemui di lokasi pawai, Senin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres menambahkan bahwa pengamanan pawai obor ini menjadi prioritas mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, termasuk santri, santriwati, anak-anak TPA, serta warga umum yang memadati sepanjang rute perjalanan.
“Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Keselamatan peserta dan masyarakat pengguna jalan juga menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Selain personel Polres Mamuju Tengah, pengamanan juga melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Banser Nahdlatul Ulama (NU). Mereka berbagi tugas secara terkoordinasi guna menyukseskan kegiatan keagamaan ini.
Meskipun hujan deras sempat melanda wilayah Mamuju Tengah pada malam itu, AKBP Hengky memastikan bahwa seluruh personel tetap siaga dan melaksanakan tugas dengan baik. Pakaian yang basah kuyup tidak menyurutkan semangat mereka dalam mengawal jalannya pawai.
“Alhamdulillah, hujan reda dan pawai tetap bisa digelar. Personel kami tetap bertahan di lapangan hingga acara selesai. Ini bentuk komitmen Polri dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Pawai obor yang mengambil rute long march dari Tugu Benteng Kayu Mangiwang, Desa Tobadak, menuju Masjid Al-Arsal di Topoyo itu berlangsung tertib dan lancar berkat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Tidak ada gangguan keamanan berarti yang dilaporkan selama kegiatan berlangsung.
AKBP Hengky juga mengapresiasi kerja sama masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat sehingga pawai obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Mamuju Tengah dapat berjalan sukses dan khidmat.











