SULBARPEDIA.COM, – Pemerintah Kabupaten Mamuju terus melakukan pengembangan terhadap inovasi Taki Asuh Stunting, sebuah gerakan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak stunting.
Jika sebelumnya program ini fokus dengan metode jemput bola ke rumah warga, kini Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, memperluas konsep dengan menghadirkan layanan terpadu. Mulai dari penyaluran bantuan pangan, pelayanan kesehatan gratis, hingga pasar murah yang perdana digelar di Kecamatan Simboro dan Desa Botteng Utara.
Menurut Bupati Sutinah, pengembangan konsep ini dilakukan untuk mendekatkan berbagai layanan dasar ke masyarakat. “Upgrade intervensi Taki Asuh Stunting sengaja dilakukan agar akses masyarakat semakin mudah. Tidak hanya berfokus pada anak stunting, tetapi juga menghadirkan kebutuhan dasar lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sutinah juga menegaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi program ini untuk menemukan formulasi terbaik dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Tujuannya, menekan angka stunting sekaligus meringankan beban masyarakat melalui partisipasi bersama.
Dukungan terhadap program ini turut disampaikan Kepala Desa Botteng Utara, Ahmadi. Ia menilai inovasi Taki Asuh Stunting sangat membantu warganya, baik dalam mengatasi masalah stunting maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terima kasih atas dukungan Ibu Bupati, semoga program ini bisa terus berlanjut karena sangat membantu,” ucapnya.
Hal senada juga dirasakan Rasting (27), ibu penerima manfaat program di Botteng Utara. Ia mengaku bersyukur karena anaknya yang mengalami gangguan pertumbuhan kini mulai menunjukkan perbaikan.
“Alhamdulillah berat badan anak saya sudah mulai meningkat. Terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini,” tuturnya dengan haru.
(Adm)











