Sekda Sulbar Apresiasi Inovasi GARATTA TBC untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Majene – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, secara resmi melaunching inovasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi TBC (GARATTA TBC) yang dirangkaikan dengan pelantikan Tim GARATTA TBC Desa Bonde, Desa Bonde Utara, dan Desa Palipi Soreang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Jumat (19/6/2026).

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Barat. Inovasi GARATTA TBC juga merupakan proyek perubahan yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Junda Maulana mewakili Gubernur Sulbar, Suhardi Duka memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan wilayah, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang ditandai oleh peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berharap masyarakat Sulawesi Barat hidup sejahtera. Ukuran kesejahteraan itu ditandai oleh tiga hal utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi. Ketiganya menjadi siklus yang saling berkaitan dalam pembangunan daerah,” ujar Junda.

Ia menjelaskan, sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal sehingga diperlukan upaya bersama untuk memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi.

Selain pendidikan, persoalan kemiskinan juga masih menjadi tantangan besar. Junda mengungkapkan, tingkat kemiskinan Sulawesi Barat saat ini masih berada di atas rata-rata nasional.

“Angka kemiskinan Sulawesi Barat masih berada pada kisaran 10,18 persen, sementara angka nasional sekitar 8 persen. Kita menargetkan penurunan sekitar satu persen setiap tahun sehingga pada 2030 dapat berada di kisaran 5 hingga 6 persen,” katanya.

Pada sektor kesehatan, Junda menilai persoalan utama yang masih dihadapi adalah aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat keterbatasan sarana, prasarana, maupun tenaga kesehatan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut berdampak pada masih tingginya sejumlah indikator kesehatan, seperti kasus gizi buruk, angka kematian ibu dan bayi, stunting, serta tuberkulosis.

“TBC menjadi salah satu tantangan yang harus kita tangani bersama. Penyakit ini bukan hanya persoalan medis atau penularan semata, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, perilaku hidup masyarakat, dan faktor sosial lainnya,” ungkapnya.

Karena itu, Junda menegaskan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek program, melainkan harus menjadi subjek yang aktif terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan program kesehatan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dalam menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.

“Pengaruh para tokoh di Sulawesi Barat masih sangat besar. Karena itu, pendekatan program kesehatan harus mampu melibatkan berbagai segmen masyarakat agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara optimal,” jelasnya.

Junda menambahkan, era pembangunan saat ini menuntut adanya kolaborasi dan kerja bersama. Menurutnya, tidak ada satu institusi yang mampu menyelesaikan persoalan kesehatan secara sendiri-sendiri.

“Kalau hanya Dinas Kesehatan yang bergerak, tentu akan sulit. Penanganan TBC juga membutuhkan dukungan sektor lain seperti lingkungan hidup, permukiman, pekerjaan umum, serta unsur masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” tegasnya.

Ia berharap GARATTA TBC tidak hanya menjadi proyek perubahan jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi model penanganan TBC yang diterapkan secara luas di seluruh Sulawesi Barat, bahkan menjadi praktik baik di tingkat nasional.

“Target jangka pendeknya tentu mendukung keberhasilan proyek perubahan ini. Namun target jangka menengah dan panjangnya adalah bagaimana GARATTA TBC bisa menjadi model yang direplikasi di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat bahkan secara nasional,” ujarnya.

Junda juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah program ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni nilai manfaat program, dukungan dari para pemangku kepentingan, dan kapasitas tim pelaksana.

Ia optimistis GARATTA TBC memiliki nilai manfaat yang besar bagi masyarakat karena menjawab kebutuhan nyata dalam penanganan tuberkulosis.

“Sebuah program harus memiliki value, mendapat dukungan yang kuat, dan didukung kapasitas tim yang memadai. Saya melihat GARATTA TBC memiliki ketiga unsur tersebut sehingga layak untuk terus dikembangkan,” katanya.

 

Mengakhiri sambutannya, Junda mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung implementasi GARATTA TBC agar mampu memberikan dampak nyata dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis di Sulawesi Barat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Launching Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi TBC (GARATTA TBC) secara resmi saya nyatakan dimulai,” pungkasnya.

(Rls)

Berita Terkait

Gubernur Suhardi Duka Motivasi 1.476 Patriot Muda Tim Ekspedisi Patriot 2026
DPRD Sulbar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Terima KUA-PPAS 2027 dan Bentuk Panitia Pemilihan Calon Wakil Gubernur
HUT Mamuju ke-486, Bupati Sutinah Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Mamuju
Genjot Kinerja Sekretariat DPRD Sulbar, Ridwan Djafar Dorong Pemanfaatan AI yang Beretika
Bupati Mamuju Buka Aksi Transplantasi 213 Fragmen Terumbu Karang
Sekprov Buka Manakarra Fair, Memberikan Dampak Kepada Sektor Perekonomian
Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027
Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUD Sulbar

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Air Sungai Budong-Budong Menghitam, Mendapat Perhatian Serius dari DLHK Mateng dan DLHK Sulbar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kadis DPMPTSP Mateng: Pemberian Penghargaan Upaya Membangun Budaya Kerja Baik di lnstansinya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sekda Mateng Litha Febriani, Apresiasi Syukuran CPNS DPMTSP dan Pemberian Penghargaan Pegawai Teladan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Bhabinkamtibmas Sanjango Patroli Pencegahan Kebakaran Lahan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Bhabinkamtibmas Mamuju Tengah Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan dengan Memasang Spanduk

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Respon Cepat Bhabinkamtibmas Topoyo Bersama Damkar dan Warga Bergerak Memadamkan Api

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bhabinkamtibmas Tasokko Respons Cepat Laka Lantas Korban Dilarikan ke Puskesmas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Polres Mamuju Tengah Perkuat Desa, Bhabinkamtibmas Dorong Poskamling dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru

x