Mengenal Tari Ma’bundu Kalumpang yang Diangkat Dari Cerita Perang Masa Lalu

- Jurnalis

Kamis, 18 Mei 2023 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM,- Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki satu tarian kreasi yang diadaptasi dari cerita perang masa lalu. Tarian tersebut bernama tari Ma’bundu yang berasal dari Kecamatan Kalumpang dan Bonehau.

Tari Ma’bundu yang bermakna kekuatan menggambarkan nuansa peperangan dalam gerakannya. Tarian ini menceritakan para pengawal kerajaan yang saling beradu ketangkasan dan kekebalan dari berbagai senjata tajam.

Tarian ini berasal dari masyarakat Kalumpang-Bonehau yang dulunya berada dalam satu wilayah kecamatan dan memiliki budaya yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara kultur Kalumpang dan Bonehau tidak berbeda, dulu memang satu kecamatan,” kata Pengurus Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DKKM) Mamuju, Jasman Rantedoda kepada wartawan,” Sabtu (4/3/2023).

Tarian ini juga seolah menggambarkan ketangguhan para kesatria dalam medan perang. Kesatria yang keluar sebagai pemenang akan mendapat penghargaan dan disegani oleh masyarakat.

“Pada masa lalu kan yang disegani dan ditakuti adalah yang paling tangkas dalam pertarungan dan memiliki kanuragan, termasuk ilmu kebal,” bebernya.

Jasman menuturkan Tari Ma’bundu merupakan jenis tari kreasi. Berbeda dari tari tradisi yang ditampilkan pada acara-acara ritual dan syukuran. Tari Ma’bundu dipentaskan pada pada acara hiburan dan pertunjukan seni.

“Ini tarian kreasi, jadi memang ditampilkan pada acara-acara hiburan. Kalau tari tradisi, itu biasanya ditampilkan untuk acara-acara ritual, syukuran dan sebagainya,” terangnya.

Dia menambahkan tarian ini sudah terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham sebagai Kekayaan intelektual komunal (KIK). Tarian ini terdaftar sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT).

“Tarian ini sudah tercatat di Ditjen kekayaan Intelektual, Kemenkumham,” imbuhnya.

Jumlah dan Aksesoris Penari

Dilansir dari KI Komunal Indonesia, jumlah penari pada tari Ma’bundu yaitu sebanyak 10 orang dengan memakai busana pakaian kebesaran BEI yang dihiasi oleh beberapa ukiran-ukiran yang terbuat dari kerang kecil. Di bagian kepala memakai topi dengan tanduk juga palo-palo.

Sedangkan pada bagian tangan memakai gelang (potto ballussu). Untuk propertinya biasanya para penari akan membawa peralatan perang yang berupa tombak sebagai aksesoris tarian.

Gerakan Tari Ma’bundu

Penari berjumlah 10 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Penari laki-laki akan berlaga layaknya sang pahlawan ketika berperang. Membawa tombak atau pedang yang digunakan untuk melawan musuh.

Sementara penari perempuan menari dengan menggerakkan tangan dan kaki. Berlenggak-lenggok ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan musik.

Suara musik dari gendang seperti tabuhan genderang perang yang begitu menegangkan. Menggerakkan hati siapapun yang mendengarnya. Hanyut dalam suasana menegangkan dalam perang.

Tari Ma’ Bundu Ditampilkan di Filipina

Tari Ma’bundu sempat ditampilkan siswa SD asal Mamuju bernama Hidayat Faturrahman (10) dalam kontes model cilik yang bertajuk ‘Little & Teen Glam Internasional 2023’ di Filipina pada 13-18 Februari 2023.

Hidayat bahkan mengenakan kostum lengkap dengan aksesorisnya saat menampilkan tarian tersebut. Tarian ini juga membawanya menjuarai kontes model cilik tingkat internasional tersebut.

(adv/adm)

 

 

 

Berita Terkait

Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras Gelar Hearing Dialog Tahap II di Mamuju Tengah 
Gubernur Sulbar: Otonomi Daerah Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Refleksi dan Harapan Masyarakat
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal
Parkir Liar dan Aksi Lompat Pagar Siswa SMK Rangas Resahkan Warga
PPID Jadi Kunci Transparansi, Kominfo Sulbar Dorong Layanan Informasi Lebih Terbuka
Dorong Ekonomi Pertanian, Gubernur Sulbar Ingatkan Pentingnya Jalur Hukum
Sekretariat DPRD Sulbar Hadiri Rakor Implementasi Budaya Kerja BerAKHLAK
Hari ke-9 Pelayanan Beasiswa, Semangat Tak Surut Biro Pemkesra Dukung Panca Daya SDK

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 12:33 WIB

Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras Gelar Hearing Dialog Tahap II di Mamuju Tengah 

Jumat, 24 April 2026 - 20:53 WIB

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Jumat, 24 April 2026 - 18:43 WIB

Pemda Mateng Usulkan Sejumlah Program Infrastruktur Kekementerian PU

Jumat, 24 April 2026 - 05:53 WIB

Wabup Mateng Bersama Tim TPID Gelar HLM Guna Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Selasa, 21 April 2026 - 14:51 WIB

Buka Forum Satu Data Indonesia, Askary: Dengan Data yang Valid Kebijakan Diambil Sesuai Kebutuhan

Selasa, 21 April 2026 - 14:39 WIB

Momentum Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Sulbar Ajak Perempuan Berani Ambil Peran Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WIB

SPBU Tapalang Bantah Isu Distribusi BBM Subsidi Tak Sesuai Aturan: Informasi Hoaks

Senin, 20 April 2026 - 17:49 WIB

Sekrateriat Wapres RI Tim Percepatan Penurunan Stunting Kunjungan Ke Mateng, Wabub Askary: Penurunan Stunting Lebih Cepat

Berita Terbaru

Oplus_131072

Mamuju Tengah

Pemda Mateng Usulkan Sejumlah Program Infrastruktur Kekementerian PU

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:43 WIB

x