RSUD Sulbar Edukasi Masyarakat tentang Fungsi dan Layanan IGD melalui PKRS Bersama dr. Satriani

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Mamuju – RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan kepada pengunjung pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang tunggu rekam medik dan disampaikan oleh dr. Satrianti bersama tim PKRS.

Edukasi ini juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan literasi dan kesadaran kesehatan masyarakat.

Dalam edukasi tersebut, dr. Satrianti menjelaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menangani kondisi gawat darurat dan beroperasi selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“IGD berfungsi memberikan penanganan cepat pada kondisi yang mengancam nyawa, menyelamatkan nyawa pasien, mencegah kecacatan, serta menstabilkan kondisi pasien sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” terangnya.

Selain itu juga memberikan pemahaman mengenai kondisi yang tergolong gawat darurat, seperti nyeri dada hebat, sesak napas berat, kecelakaan lalu lintas, tidak sadar, kejang, dan perdarahan hebat. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan penanganan segera di IGD.

Sebaliknya, masyarakat juga diedukasi terkait kondisi yang tidak termasuk gawat darurat, seperti batuk pilek biasa, demam ringan, sakit kepala ringan, kontrol penyakit kronis, serta keluhan ringan lainnya. Untuk kondisi tersebut, masyarakat disarankan memanfaatkan layanan kesehatan lain seperti puskesmas atau poliklinik.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan mengenai sistem triase di IGD, yaitu pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Kategori Merah merupakan kondisi yang mengancam nyawa dan harus segera ditangani, kategori Kuning adalah kondisi serius namun masih dapat menunggu, sedangkan kategori Hijau adalah kondisi ringan yang tidak memerlukan penanganan darurat segera.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penggunaan layanan IGD yang tidak tepat dapat menyebabkan kondisi overcrowded atau IGD menjadi penuh. Hal ini berpotensi mengakibatkan penanganan pasien kritis menjadi lebih lambat, meningkatkan risiko keselamatan pasien, serta menambah beban kerja tenaga kesehatan.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Musadri Amir Abdullah , dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan kesehatan, khususnya IGD, sehingga pelayanan kepada pasien yang benar-benar dalam kondisi darurat dapat lebih optimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan kesehatan secara tepat, yaitu datang ke IGD hanya pada kondisi gawat darurat, sementara untuk keluhan ringan dapat memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Provinsi Sulawesi Barat berharap masyarakat semakin memahami fungsi dan layanan IGD sehingga dapat berperan aktif dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal dan tepat sasaran.

(Adm)

Berita Terkait

Resmi Nahkodai Hanura Sulbar 2025-2030, Andi Dodi Hermawan Tegaskan Komitmen Pro Rakyat
MUSDA IV Hanura Sulbar Digelar, Andi Dodi Hermawan Calon Tunggal Ketua DPD
Jelang Musda ke-IV, Elite DPP Hanura Tiba di Mamuju: Suntikan Energi Baru bagi Kader di Sulbar
Jumat Bersih di RSUD Sulbar, Tingkatkan Kenyamanan dan Kualitas Pelayanan Pasien
Tingkatkan Kompetensi Perawat, RSUD Sulbar Laksanakan Journal Reading Metode Hidrasi pada Pasien PCI
Gubernur SDK Dukung Hadirnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia: Ini Langkah Selamatkan Penerimaan Negara dan Kemandirian Ekonomi
Sekda Sulbar Dorong Digitalisasi Data Pangan: Dengan Digitalisasi, Kebijakan Bisa Lebih Cepat
Peringati Harkitnas Ke-118, Gubernur Sulbar Ajak Masyarakat Bangga Jadi Bangsa Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:25 WIB

Jelang Musda ke-IV, Elite DPP Hanura Tiba di Mamuju: Suntikan Energi Baru bagi Kader di Sulbar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:43 WIB

Jumat Bersih di RSUD Sulbar, Tingkatkan Kenyamanan dan Kualitas Pelayanan Pasien

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:59 WIB

Tingkatkan Kompetensi Perawat, RSUD Sulbar Laksanakan Journal Reading Metode Hidrasi pada Pasien PCI

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:15 WIB

Sekda Sulbar Dorong Digitalisasi Data Pangan: Dengan Digitalisasi, Kebijakan Bisa Lebih Cepat

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Peringati Harkitnas Ke-118, Gubernur Sulbar Ajak Masyarakat Bangga Jadi Bangsa Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:16 WIB

Rancang Dokumen Akhir RKPD, Pemprov Sulbar Matangkan Integrasi Data Sektoral

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:45 WIB

Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2026, RSUD Sulbar Gelar Edukasi Kesehatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:42 WIB

RSUD Sulbar Perkuat Layanan Spesialistik melalui Kredensialing Orthopedi dan Patologi Anatomi

Berita Terbaru

x