MATENG,Sulbarpedia – Terkait pembatasan Pupuk bersubsidi, anggota DPR RI Suardi Duka (SDK) menjelaskan, pemerintah membatasi pupuk bersubsidi sehingga Komisi lV DPR RI bersama Kementerian Pertanian menetapkan ada dua jenis pupuk yang di subsidi oleh pemerintah yakni: Pupuk Urea dan NPK.
“Kalau kemarin lima, tetapi kita ingin Pupuk yang paling penting yaitu Urea dan NPK. Kemarin sekitar tiga puluh satu jenis tanaman yang disubsidi Pupuknya, tetapi sekarang sisa sembilan supaya lebih efektiv penggunaan Pupuk bersubsidi” ujar SDK saat Hadir di Bimtek P2L di Kolam Khaymoto. Rabu (19/10/22)
Lebih lanjut, SDK katakan selama menjadi anggota DPR RI ia terus mendorong agar harga sawit bisa naik. Sebab,sewaktu masuk menjadi anggota DPR RI harga sawit dikisaran Rp.700/kg pada tahun 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita perbaiki kebijakannya sehingga bisa naik menjadi 2000/kg, 2500/kg , naik 3000/kg. Tetapi setelah itu tiba tiba, pak Jokowi (Presiden) marah stop ekspor CPO langsung jatuh turun harga sawit, tidak ada yang membeli harga sawit Rp.500/kg ” terangnya
Politisi Partai Demokrat itu membeberkan, atas kebijakan larangan ekspor malaui Komisi VI DPR RI tetap lantang menyuarakan bahwa hal ini menjadi kebijakan yang paling buruk sepanjang sejarah. Sehingga Komisi IV, meminta kepada badan anggaran Mentri Keuangan (ibu Srimulyani) membuka kerang ekspor.
“Akhirnya dibuka tetapi saya juga minta jangan di pajak ekspor sawit, dan akhirnya naik naik sekarang 2050/kg, 2100/kg dan di Riau 2400/kg. Saya minta sama ibu Srimulyani nanti di harga Rp.3000/kg baru minta pajak ekspor, kalau sudah tiga ribu baru di pajak karena Negara butuh uang” ucap SDK
Manta Bupati Mamuju dua priode itu menambahkan, hal itu dilakukan untuk memperjuangkan petani Sulbar. Karena itu ia mengajak seluruh rakyat Sulawesi Barat untuk memperbaiki Negara dan bangsa Indonesia dengan memperbaiki hulunya dan memilih pemimpin yang cerdas dan mengayomi rakyatnya. (zl/adm)











