Stabilitas Harga Terjaga, Sulawesi Barat Catat Penurunan IPH Terbaik Januari 2026

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan kinerja ekonomi yang positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi pekan keempat Januari 2026, Sulbar berhasil memperkuat stabilitas harga komoditas, ditandai dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang melampaui capaian pekan sebelumnya.

Perencana Ahli Muda Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Musrifah Hamzah, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring pada Selasa (27/1/2026), IPH Sulawesi Barat tercatat berada di angka -2,29 persen.

“Capaian ini menunjukkan tren yang semakin membaik dibandingkan pekan ketiga Januari yang berada di posisi -1,73 persen. Meski demikian, kami tetap mencermati fluktuasi sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit, yang masih memberi pengaruh terhadap pergerakan harga di beberapa wilayah,” ujar Musrifah saat memberikan keterangan di Kantor Bapperida Provinsi Sulbar, Kamis 29 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan Sulawesi Barat menekan IPH merupakan hasil dari komitmen kuat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama jajaran Pemerintah Provinsi serta kolaborasi pemerintah kabupaten se-Sulbar dalam menerjemahkan kebijakan ekonomi nasional ke dalam langkah konkret di daerah. Upaya ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen dengan inflasi terjaga pada kisaran 2 persen.

Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri, Prof. Dr. Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa stabilitas inflasi merupakan fondasi keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpendapatan rendah. Sejalan dengan arahan tersebut, Gubernur Suhardi Duka memastikan Sulawesi Barat menjalankan empat langkah strategis pengendalian inflasi, yakni:

1. Pengawasan ketat terhadap harga komoditas yang diatur pemerintah, seperti BBM dan tarif angkutan.

2. Penguatan ketahanan pangan melalui pengendalian pasokan kelompok makanan dan minuman.

3. Menjaga kelancaran distribusi dengan memastikan jalur logistik tetap terbuka untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga.

4. Kebijakan berbasis data, dengan memanfaatkan data real-time BPS sebagai dasar pengambilan keputusan yang presisi.

Secara nasional, tren penurunan harga tercatat pada sejumlah komoditas strategis, antara lain bawang merah di 224 kabupaten/kota, cabai rawit di 206 wilayah, dan daging ayam ras di 139 wilayah. Namun demikian, Musrifah mengingatkan adanya potensi tekanan harga pada bawang putih, yang mengalami kenaikan di 28 kabupaten/kota.

Rakor pengendalian inflasi juga memberikan apresiasi atas pemulihan cepat daerah pascabencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang mulai mengalami deflasi berkat langkah luar biasa pemerintah, termasuk pengiriman logistik melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules.

Sebagai bentuk penguatan sinergi pusat dan daerah, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat dan Daerah pada Senin, 2 Februari 2026, di Sentul. Forum tersebut menjadi momentum strategis bagi seluruh kepala daerah, termasuk Sulawesi Barat, untuk memantapkan strategi pengendalian inflasi sepanjang tahun 2026.

(Rls)

Berita Terkait

Sekda Sulbar Apresiasi Inovasi GARATTA TBC untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan
Pemprov Sulbar Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK: 1448 H Insyaallah Lebih Baik dan Longgar
Gubernur SDK Resmikan Kantor Taspen Mamuju, Pasca Gempa 2021 Kini Kembali Beroperasi
Peringati Hari Kesadaran Nasional, Pemprov Sulbar Tekankan Disiplin dan Percepatan Program
BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pascagempa M6,7 di Palu
Nonton Bareng Piala Dunia 2026, Kominfo Sulbar: Hati-Hati Aplikasi Palsu dan Jaga Ketertiban
RSUD Sulbar Raih Nilai Kematangan Inovasi 97,00 pada IID 2025, Perkuat Pelayanan melalui Inovasi MALABBI
DPRD Sulbar Jadi Rujukan DPRD Pinrang, Bahas Optimalisasi Fungsi Bamus dalam Penyusunan Agenda Dewan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:34 WIB

Jaga Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas, Satlantas Polres Mateng Intensifkan Patroli Rutin

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Wujud Empati dan Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Bambamanurung Sambangi Rumah Duka Korban Kecelakaan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Polongaan Patroli dan Sambang ke Lahan Perkebunan Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 10:57 WIB

Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Topoyo Sambangi Titik Kumpul Remaja di Dusun Lomba Deko

Senin, 22 Juni 2026 - 10:49 WIB

SE2026, Arsal Aras Sebut Keakuratan Data  Menentukan Meberhasilan Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:46 WIB

Polres Mateng Gelar Turnamen Mobile Legend Meriahkan Menyabut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:45 WIB

Personel Polres Mateng Meriahkan Semarak HUT Bhayangkara dengan Lomba Tangkap Bebek dan Tarik Tambang Antar Satfung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WIB

Polres Mamuju Tengah Gelar Karya Bakti Bersihkan Pantai Babana Jelang HUT Bhayangkara Ke 80

Berita Terbaru

x