MATENG, Sulbarpedia – Usai menerima massa aksi demosterasi di Kantor DPRD Mamuju Tengah (Mateng), menanggapi tuntutan dari massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mateng Ketua Komisi ll DPRD Mateng Fatahuddin menuturkan terkait keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang langsung diumumkan oleh Presiden RI Jokowi Dodo 3 september yang lalu,telah disampaikan langsung pada saat konfrensi perss bahwa ada pengalihan subsidi BBM.
“Perlu kita ketahui dari pidato tersebut,bahwa subsidi BBM tahun lalu sekitar 150 teriliun. Hari ini subsidi BBM tiga kali lipat naiknya sekitar 500 teriliun lebih dan itu sangat membebanin pemerintah” ungkap Fatahuddin kepada wartawan, senin (5/9/22)
Setelah dihitung,kata dia, ternyata subsidi BBM tersebut tidak tepat sasaran selama ini. Dimama 70 persen BBM itu diharahkan kepada masyarakat mampu. Sebab itu pemerintah pusat membuat opsi terakhir, opsi yang paling bagus,untuk pengalihan subsidi BBM kepada masyarakat yang kurang mampu dengan bantuan langsung tunai (BLT) BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini diberikan selama empat beluan, perbulannya itu Rp.150.000/KK. Kemudian juga ada subsidi BBM di alihkan kepada tenaga kerja atau meraka yang bekerja gajinya di bawah Rp.3.500.000 itu nilainya Rp.600.000 selama empat bulan.” Sambungnya
Fatahuddin menambahkan, atas dasar itu lah DPRD Mateng akan mengawal dan mengaktifkan kembali lembaga pengawasan DPRD,sehingga dapat melihat secara bersama-sama kenyataan yang diberikan subsidi dilapangan.
“Ini yang kita kawal,insaallah dengan nilai 25 persen dari APBD yang dialihkan kesubsidi BBM itu juga kita akan kawal bersama pemerintah daerah.” Tutupnya (zl/lal)











