Hari Desa Nasional 2026, Pemkab Pasangkayu Tegaskan Desa Pilar Utama Pembangunan Daerah

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Pasangkayu — Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menegaskan komitmennya menjadikan desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Kabupaten Pasangkayu Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Pasangkayu, Kamis (15/1/2026).

Upacara dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pasangkayu, Dr. Badaruddin, S.Pd., M.Si, yang mewakili Bupati Pasangkayu.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasangkayu, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, pimpinan instansi vertikal, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Pasangkayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Dr. Badaruddin menyampaikan bahwa peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengangkat tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia.” Tema tersebut menegaskan posisi strategis desa sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek dan motor penggerak pembangunan. Desa adalah tempat tumbuhnya nilai gotong royong, kearifan lokal, serta persatuan dan kesatuan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pasangkayu memiliki desa-desa yang kaya akan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya lokal. Oleh karena itu, pembangunan desa harus terus didorong agar semakin mandiri, maju, sejahtera, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati diri serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendahulu.

Sejalan dengan kebijakan nasional dan arah pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan profesional. Selain itu, pemanfaatan dana desa akan terus diarahkan agar tepat sasaran dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan potensi ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Merah Putih, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta penguatan UMKM. Di sisi lain, peran desa dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat akan terus diperkuat.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Badaruddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat desa yang selama ini telah bekerja keras, berinovasi, dan menjaga stabilitas sosial di wilayah masing-masing.

“Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, saya yakin desa-desa di Kabupaten Pasangkayu mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kemandirian fiskal desa. Menurutnya, ketergantungan desa terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat dan daerah, seperti dana desa dan alokasi dana desa, harus diimbangi dengan upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Pemerintah desa harus mulai berpikir kreatif, inovatif, dan produktif dalam menggali sumber-sumber pendapatan asli desa yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Badaruddin.

Peningkatan PADes, lanjutnya, bukan sekadar menambah pendapatan, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal desa dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ia berharap peringatan Hari Desa Nasional tahun ini menjadi momentum evaluasi dan refleksi bersama untuk memperkuat tekad membangun desa yang kuat. “Karena desa yang kuat adalah kunci Indonesia yang maju dan berdaulat, sekaligus kunci terwujudnya Kabupaten Pasangkayu yang sejahtera, maju, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta kepada petani, yang diserahkan melalui perwakilan kepala desa masing-masing.

(Adm/wdy)

Berita Terkait

DPRD Sulbar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Terima KUA-PPAS 2027 dan Bentuk Panitia Pemilihan Calon Wakil Gubernur
HUT Mamuju ke-486, Bupati Sutinah Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Mamuju
Genjot Kinerja Sekretariat DPRD Sulbar, Ridwan Djafar Dorong Pemanfaatan AI yang Beretika
Bupati Mamuju Buka Aksi Transplantasi 213 Fragmen Terumbu Karang
Sekprov Buka Manakarra Fair, Memberikan Dampak Kepada Sektor Perekonomian
Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027
Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUD Sulbar
Peringati HANI 2026, RSUD Sulbar Edukasi Bahaya Narkoba untuk Wujudkan Generasi Sehat dan SDM Unggul

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

Pengaruh Alkohol, Pria di Budong-Budong Datangi Rumah Warga dan Rusak Pintu

Senin, 20 Juli 2026 - 19:29 WIB

Kapolres Mateng turut menghadiri Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri 2026 di SPN Mekatta.

Senin, 20 Juli 2026 - 11:19 WIB

Polres Mamuju Tengah Laksanakan Pengamanan Turnamen Sepak Bola Tabolang Cup

Senin, 20 Juli 2026 - 10:56 WIB

Satlantas Polres Mateng, Blue Light Patroli Malam Menjaga Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 20 Juli 2026 - 10:49 WIB

Situasi Kamtibmas Perairan Wilayah Polres Mamuju Tengah,  Tetap Aman dan Kondusif

Senin, 20 Juli 2026 - 07:21 WIB

Usai Nobar Final Piala Dunia FIFA 2026, Personil Polres Mateng Bersih Bersih Sebagai Komitmen Jaga Lingkungan

Senin, 20 Juli 2026 - 06:23 WIB

Polres Mamuju Tengah Laksanakan Pengamanan Final FIFA World Cup 2026 di Tugu Benteng

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:01 WIB

Patroli Tak Pernah Surut Sat Polairud Polres Mamuju Tengah Perkuat Pengamanan Perairan Demi Keselamatan Masyarakat

Berita Terbaru

x