SULBARPEDIA.COM, Mamuju – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berenacana (DPPKB) Kabupaten Mamuju, Abdul Rasyid mengungkapkan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan gerakan orang tua asuh untuk mengetahui secara kompleks seluruh aspek penanganan stunting.
Abdul Rasyid menyebut, rakor tersebut membicarakan kelanjutan hasil laporan penanganan intervensi stunting per 24 Juli 2025. Rakor ini dihadiri, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, kepala OPD, Kepala Desa/Lurah, Kepsek SD dan SMP, Senin, 28 Juli 2025.
“Hal yang ingin kita ketahui, semua laporan seperti kondisi keluarga, pola asuh, jamban keluarga, sanitasi, air bersih, bisa disampaikan supaya betul-betul teman teman Kepala Desa/Lurah, Kepsek, mengetahui seperti itu bentuk laporannya untuk memudahkan intervensi ke depan,” sebutnya kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya kata Abdul Rasyid, program orang tua asuh ini lebih maksimal dengan mengedepankan kerja berbasis data dengan inventarisasi isu masalah yang dirumuskan dalam rakor tersebut.
“Kenapa itu dilakukan evaluasi, ya karena memang dinamika perkembangan di lapangan mesti diketahui untuk mencegah angka stunting itu meningkat, sehingga program ini kita harus pastikan berjalan efektiv di lapangan,” jelasnya.
Abdul Rasyid mengatakan, setelah rapat evaluasi dan monitoring digelar, Pemkab Mamuju melalui instruksi Bupati Sutinah, program yang mewadahi anak asuh stunting tersebut akan kembali menyasar sejumlah kecamatan dengan agenda yang telah ditentukan untuk dilakukan kunjungan tiap bulannya.
“Program ini dilaksanakan setiap bulan berjalan. Agendanya pun sudah disusun, seperti Kecamatan Mamuju Tanggal 1, Simboro tanggal 2, Kalukku tanggal 3, Papalang tanggal 4, Sampaga tanggal 5, Tommo tanggal 6, Bonehau tanggal 7, Kalupampang tanggal 8, Tapalang tanggal 9, Tapalang Barat tanggal 10, dan Balabalakang tanggal 11,” sebutnya.
Program orang tua asuh ini melibatkan 11 unsur piminan/stakholder penggerak yakni Bupati dengan jumlah sasaran 15 anak, Wakil Bupati 10 anak, Sekretaris Daerah 5 anak, Desa/Kelurahan 101 anak, Kecamatan 22 anak, OPD 203 anak, Puskesmas 46 anak, SD 444 anak, SMP 95 anak, TK/PKBM 41 anak. Total secara keseluruhan 1.000 anak.
Pemkab Mamuju melalui DPPKB juga telah merinci aktivitas jumlah kunjungan pada bulan berjalan dimulai pada April-Juli 2025 dengan total 1.807 kunjungan untuk 11 pimpinan atau stakholder tersebut.
(adv/adm)











