SULBARPEDIA.Com — Di tengah kebutuhan air bersih masyarakat yang masih berlangsung akibat dampak El Niño, Polri melalui Polres Mamuju Tengah menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat. Langkah tersebut diperkuat melalui rapat evaluasi Siaga Darurat Kekeringan yang digelar di Posko Siaga Darurat, Tobadak, Jumat (14/8/2026) malam.
Rapat evaluasi yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut membahas perkembangan penanganan kekeringan sekaligus merumuskan langkah lanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi.
Dalam rapat disepakati bahwa penanganan Siaga Darurat Kekeringan Dampak El Niño Kabupaten Mamuju Tengah tetap dilanjutkan mengingat kebutuhan air bersih masyarakat masih berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian adalah dukungan Polri melalui kendaraan Water Cannon yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bank air berjalan untuk membantu mempercepat pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain distribusi air, rapat juga menyoroti kondisi di sumber air UPTD Air Bersih yang mengalami antrean masyarakat. Untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus memastikan pelayanan berjalan tertib, diperlukan penambahan personel di lokasi tersebut.
Personel tambahan nantinya akan membantu melakukan pengaturan antrean, pelayanan masyarakat, serta memastikan keamanan dan ketertiban selama proses pengambilan air berlangsung.
Seluruh unsur Satgas juga diminta untuk terus memperkuat koordinasi, melakukan pemantauan perkembangan situasi serta menyampaikan laporan secara berkala. Data pendukung dari masing-masing bidang akan terus dihimpun sebagai bahan evaluasi penanganan kekeringan.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K., melalui satuan fungsi terkait, memberikan apresiasi terhadap langkah bersama seluruh unsur yang terus bergerak dalam menghadapi dampak kekeringan.
“Polri siap mendukung langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah. Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga harus menjadi perhatian bersama. Kehadiran personel dan dukungan sarana Polri diharapkan dapat membantu mempercepat pelayanan kepada warga,” ujar perwakilan satuan fungsi terkait.
Ia menegaskan bahwa jajaran Polres Mamuju Tengah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Satgas untuk memastikan penanganan darurat kekeringan berjalan efektif.
“Yang terpenting adalah masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi kondisi ini. Polri akan terus hadir, membantu dan bersinergi dengan seluruh pihak agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Hasil rapat menegaskan bahwa penanganan kekeringan akan terus dilanjutkan dengan prioritas pemenuhan kebutuhan air bersih, melalui optimalisasi distribusi air, dukungan kendaraan Water Cannon serta penambahan personel pada sumber air UPTD Air Bersih.
Langkah tersebut menjadi wujud nyata sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan cepat serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat kekeringan.











