RSUD Sulbar Perkuat Kewaspadaan Penularan Campak Lewat Edukasi di Apel Pagi

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, Mamuju — RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan apel pagi yang dirangkaikan dengan edukasi kewaspadaan terhadap transmisi penyakit campak sebagai upaya pencegahan penularan di lingkungan rumah sakit, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD Sulbar, dr. Yuniarti Arsyad, Sp.KK., M.Kes, yang memberikan edukasi langsung kepada para tenaga kesehatan. Kegiatan berlangsung di lobi depan RSUD Provinsi Sulawesi Barat dan diikuti oleh jajaran petugas medis maupun non-medis.

Dalam penyampaiannya, dr. Yuniarti menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran virus campak, terutama di lingkungan fasilitas layanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi penularan. Ia juga mengingatkan agar seluruh tenaga kesehatan senantiasa menerapkan protokol pencegahan infeksi secara konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, dijelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Secara umum, campak dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya campak biasa (measles/rubeola) yang ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam pada kulit. Kemudian campak Jerman (rubella), yang cenderung lebih ringan namun berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada janin.

Lebih lanjut, juga dikenal campak berat yang dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi paru (pneumonia), diare berat, hingga gangguan pada sistem saraf. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan melalui imunisasi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat penting dilakukan.

dr. Yuniarti juga mengingatkan bahwa tingkat penularan campak sangat tinggi, di mana satu orang penderita dapat menularkan kepada sekitar 11 hingga 12 orang lainnya jika tidak dilakukan pencegahan dengan baik.

Melalui edukasi ini, diharapkan informasi yang disampaikan tidak hanya dipahami oleh tenaga kesehatan, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat luas, terutama di lingkungan sekitar dan keluarga. Masyarakat diharapkan lebih memahami gejala awal serta dampak penyakit campak sehingga dapat melakukan langkah pencegahan dan penanganan lebih dini.

dr. Yuniarti juga berharap ke depan Provinsi Sulawesi Barat dapat mencapai kondisi nol kasus (zero case) penyakit campak melalui kerja sama semua pihak, baik tenaga kesehatan, pemerintah, maupun masyarakat.

“Edukasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terkait cara penularan virus campak serta langkah-langkah pencegahan guna melindungi pasien, petugas, dan lingkungan rumah sakit,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, RSUD Sulbar berharap seluruh tenaga kesehatan semakin siap dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit menular, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat.

(Adm)

Berita Terkait

DPRD Sulbar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Terima KUA-PPAS 2027 dan Bentuk Panitia Pemilihan Calon Wakil Gubernur
HUT Mamuju ke-486, Bupati Sutinah Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Mamuju
Genjot Kinerja Sekretariat DPRD Sulbar, Ridwan Djafar Dorong Pemanfaatan AI yang Beretika
Bupati Mamuju Buka Aksi Transplantasi 213 Fragmen Terumbu Karang
Sekprov Buka Manakarra Fair, Memberikan Dampak Kepada Sektor Perekonomian
Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027
Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUD Sulbar
Peringati HANI 2026, RSUD Sulbar Edukasi Bahaya Narkoba untuk Wujudkan Generasi Sehat dan SDM Unggul

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:03 WIB

Saat Ombak Mengganas, Polairud Polres Mamuju Tengah Menjadi Garda Terdepan Jaga Keselamatan Nelayan dan Pesisir

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:47 WIB

Tak Ada Ruang bagi Knalpot Brong, Satlantas Tindak 11 Kendaraan Demi Ketenangan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:35 WIB

Sidokkes Polres Mamuju Tengah Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:32 WIB

Ketukan Pintu Demi Masa Depan Generasi: BKTM Desa Budong Budong Ajak Orang Tua Bentengi Anak dari Kenakalan Remaja

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:23 WIB

Bhabinkamtibmas Topoyo Tetap Mengetuk Pintu Kepedulian Demi Keselamatan Warga saat Sebagian Terleap

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:12 WIB

Apel Bersama Pengamanan Fun Run Mateng 2026 Wujud Komitmen Hadirkan Kegiatan yang Aman dan Berkesan

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:19 WIB

BKTM Kayu Calla Hadir Kenalkan Polisi Sebagai Sahabat Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:14 WIB

Semangat Kemerdekaan Mulai Disatukan, BKTM Karossa Hadir Kawal Persiapan Perayaan HUT RI ke-81 Demi Kebersamaan Warga

Berita Terbaru

x