SULBARPEDIA.Com – Warga di sekitar aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah dihebohkan dengan kondisi air sungai menghitam di musim kemarau.
Belum diketahui penyebab air tersebut menghitam. Meski demikian, Fungsionaris Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Masbur menduga adanya pembuangan limbah dari perusahaan pabrik kelapa sawit yang alirannya mengarah langsung ke sungai.
Jika benar demikian, Masbur menilai analisis dampak lingkungan (AMDAL) dari perusahaan tersebut tidak jelas dan patut dipertanyakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menduga, inj akibat limbah pabrik sawit yang mengalir langsung ke Sungai Budong-Budong,” ucap Masbur. Senin (10/8/2026).
Masbur menjelaskan, perubahan air sungai Budong-budong terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sore.
Ia menilai keberadaan perusahaan lebih banyak mengambil keuntungan dari daerah tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar apalagi dalam kondisi kemarau seperti ini.
Menurutnya, hingga saat ini tidak terlihat arah jelas terkait pengelolaan lingkungan.
“Perusahaan ini tidak layak berada di Mamuju Tengah mereka hanya datang merusak dan mengambil keuntungan daerah,” tegasnya.
“Saya juga mengharapkan pihak terkait legislatif dan instansi lingkungan hidup seharusnya lebih tegas dalam mengawasi aktivitas perusahaan,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tribunsulbar masih melakukan upaya konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan stakeholder terkait penyebab menghitamnya air tersebut. (*)











