Begini Pelaksanaan Ritual Adat Mansossor Manurung di Kerajaan Mamuju

- Jurnalis

Jumat, 28 April 2023 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM,- Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki banyak tradisi yang menarik untuk disaksikan saat berkunjung. Salah satu tradisi yang sangat terkenal ialah Mansossor Manurung.

Mansossor atau bisa juga disebut Manossor Manurung adalah ritual adat pencucian keris yang dilakukan oleh Kerajaan Mamuju.

Keris pusaka yang dibersihkan dalam upacara tersebut berasal dari Kerajaan dua Kerajaan, yakni Kerajaan Mamuju dan Kerajaan Badung, Bali. Rangkaian tradisi tersebut dilakukan setiap dua tahun sekali di tahun ganjil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi pembersihan keris merupakan peninggalan yang diturunkan dari hubungan Kerajaan Mamuju dan Badung, Bali di masa lampau. Pengertian tradisi Mansossor Manurung sendiri berasal dari kata Mansossor yang memiliki arti penyucian atau pembersihan dan Manurung yang berarti benda kerajaan.

Proses Pelaksanaan Mansossor Manurung

Dilansir dari jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang berjudul ‘Tradisi Mansossor Manurung di Rumah Adat Sapo Kayyang’. Pelaksanaan tradisi Mansossor Manurung dimulai pada pagi hari yaitu sekitar pukul 9 pagi.

Hal ini disampaikan oleh salah satu masyarakat bernama Amiruddin S.E sebagai (Pemangku Adat) dalam ungkapannya sebagai berikut: setelah melakukan pembacaan doa-doa atau barazanji pada malam harinya kemudian Mansossor Manurung dilakukan pada esok harinya.

Proses Ritual Mansossor Manurung

Ada beberapa pihak yang harus hadir dalam Mansossor Manurung, dan memiliki hak untuk ikut melakukan proses tersebut. Pertama adalah kehadiran Maradika atau raja Mamuju, selanjutunya adalah Gala’gar Pitu yang merupakan pemangku adat setempat.

Tidak hanya pihak Mamuju saja yang ikut dalam acara tersebut, tetapi juga kerajaan Badung Bali pun ikut hadir dalam acara tersebut.

Setelah melakukan pembacaan doa-doa keselamatan. Tradisi Mansossor Manurung ini atau keris terlebih dahulu diambil dirumah Maradika atau raja Mamuju.

Semenatara Keris itu sendiri berada didalam peti dan dibungkus dengan kain berwarna kuning keemasan yang melambangkan warna kerajaan.

Keris itu sendiri harus diambil oleh raja atau keturunan raja dan diserahkan kepada Gala’gar Pitu (Pemangku Adat) untuk dilakukan ritual Mansossor Manurung atau mencuci keris tersebut.

Setelah diberikannya keris, keris itu lalu dibawah ke Sapo Kayyang Mamuju atau Rumah adat Besar Mamuju menggunakan Delman menuju Rumah adat Sapo Kayyang Mamuju diatas delaman sudah ada Gala’gar Pitu yang duduk untuk mengambil keris dari tagan Raja.

Setelah diberikannya keris tersebut diberikan kepada Gala’gar, Maradika pun juga ikut naik di Delman bersama dengan Gala’gar Pitu (Pemangku Adat) menuju Rumah Adat Sapo Kayang Mamujudan diiringi musik Bali dan sampailah mereka ke Sapo Kayyang Mamuju.

Setelah tiba didepan Sapo Kayyang Mamuju disambutlah oleh masayarakat Mamuju dan Bali sambil tetap diringi alunan musik Bali.

Setelah itu Gala’gar Pitu turun dari delman dan berjalan kaki menuju tempat pencucian keris yang sudah disiapkan, setelah sampai ditempat pencucian keris Gala’gar Pitu duduk berdampingan dengan Raja atau Maradika, kemudian keris dikembalikan lagi kepada Maradika (Raja).

Setelah raja menerima kembali keris itu,raja terlebih dahulu ia mengucapkan basmalah atau “Bismillahirahmanirahim” dan membuka kain berwarna kuning yang melambangkan warna kerajaan, yang dibungkus oleh Manurung atau keris.

Kemudian itu Maradika (Raja) melakukan dengan cara merendam beberapa menit keris tersebut kedalam kendi disamping kendi tersebut dan diangkat diletak di baki atau piring besar dan ada sebuah, buah kelapa dan air kelapa dicampur dengan air biasa yang disiapkan sebelumnya.

Dimulai mencuci Manurung atau keris menggunakan jeruk nipis karna dipercaya menghilangkan karat yang ada di benda keris pusaka, karna ia dicuci hanya satu kali dalam dua tahun pada tahun yang ganjil.

Setelah Manurung atau keris dicuci lalu dimasukkan kedalam kendi yang sudah berisi air dan diangkat kembali, setelah itu dilap sedikit untuk menghilangkan air yang masih menempel di Manurung atau keris, setelah itu dimasukkanlah kembali Manurung kedalam sarungnya.

Kemudian dilanjutkan lagi dengan Ritual Bali yaitu sembahyang yang dilakukan oleh masyarakat Bali, sesudah itu akan dikembalikan ke rumah Maradika Mamuju.

(adv/adm)

Berita Terkait

HMI Cabang Manakarra dan BPJS Kesehatan Mamuju Edukasi Generasi Muda soal Kesehatan Reproduksi
4 Bulan Sembunyi di Hutan, DPO Pengeroyokan SPBU Tapalang Berhasil Dibekuk Resmob Polresta Mamuju
Berantas Tambang Emas Ilegal, Polresta Mamuju Tahan 4 Tersangka dari Tiga TKP
Gubernur Suhardi Duka Motivasi 1.476 Patriot Muda Tim Ekspedisi Patriot 2026
RSUD Sulbar dan Kemenag Mamuju Teken PKS Tingkatkan Pelayanan Keagamaan
RSUD Sulbar Perkuat Kompetensi Nakes melalui Seminar Sterilitas dan Pengendalian Infeksi
DPRD Sulbar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Terima KUA-PPAS 2027 dan Bentuk Panitia Pemilihan Calon Wakil Gubernur
HUT Mamuju ke-486, Bupati Sutinah Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Mamuju

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Sambut Hut RI Ke-81, Sat Lantas dan Sat Samapta Polres Mateng Bagikan Sangsaka Merah Putih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Polres Mamuju Tengah Perkuat Sinergi di Lembah Hopo, Bhabinkamtibmas Ajak Perangkat Desa Jaga Kamtibmas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Polri Bersama Satgas El Nino Tanggap Bencana Pengecekan Posko Malam Hari

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Bhabinkamtibmas Tinali Sambangi Warga Perkuat Kerukunan dan Waspada Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Polri Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Jangkos di Kambunong

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Komitmen PNM Tuntaskan Kasus Dugaan Pembiayaan Bermasalah di Wonomulyo Polman

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Personil Polres Mateng Patmor Malam, Pastikan Wilayah Topoyo Tetap Aman Dan Kondusif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Topoyo, Sambang Desa Tangkou Perkuat Keamanan Masyarakat

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Polri Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Jangkos di Kambunong

Sabtu, 15 Agu 2026 - 08:44 WIB

x