SULBARPEDIA.COM,- Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki satu kain tenun yang dipercaya sudah berusia ratusan tahun. Kain itu bernama tenun Sekomandi yang berasal dari Kalumpang.
Nama kain tenun ini tersusun dari dua kata yaitu ‘Seko’ yang berarti persaudaraan atau kekeluargaan dan ‘Mandi’ yang bermakna kuat atau erat. Secara harfiah, tenun Sekomandi melambangkan sebuah ikatan persaudaraan yang kuat.
Untuk menghasilkan kain Sekomandi, biasanya dibutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Hal ini juga yang menyebabkan kain tenun Sekomandi tidak bisa diproduksi dalam jumlah massal sekaligus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kain Sekomandi sendiri memiliki motif yang beragam. Penenun atau dalam bahasa lokalnya ‘Topattannun’ di Kalumpang mengenal berbagai macam motif yang mengandung makna pesan sosial.

Dilansir dari buku Kalumpang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada 2007 menyebutkam sedikitnya ada 10 motif kain tenun Sekomandi.
Berikut 10 jenis motif kain Sekomandi yang dirangkum sulbarpediacom:
1. Motif Tossobalekoan
-Menggambarkan salah satu alat tenun, yakni balekoan. Motif ini mengandung makna bahwa menenun merupakan pekerjaan orang-orang Desa Karataun.
2. Motif Ulu Karua Kasalle
-Bermakna bahwa di dalam masyarakat Kalumpang terdapat delapan unsur dewan adat sebagai pilar, yakni Tobarak Pondan, Tobarak Timba, Tobarak Lolo, Topakkalo, Toma dewata, Totumado, Tobarani dan Tomakaka. Ke delapan pilar tersebut menjadi sumber keputusan setiap permasalahan di kampung melalui musyawarah.
3. Motif Ulu Kama Barinni
-Motif ini sama dengan motif Ulu Kama Kasalle. Perbedaannya, motif Ulu Kama Barinni lebih kecil dari ukuran motif Ulu Kama Kasalle. Barinni berarti kecil, sedangkan kasalle berarti besar.
4. Motif Rundung Lolo
-Mengandung makna pentingnya menelusuri hubungan kekerabatan
5. Motif Toboalang
-Menggambarkan lumbung padi yang mengandung makna harapan akan kemakmuran masyarakat.
6. Motif LeleSepu’
-Mengambarkan tempat sirih yang dikembangkan dari hiasan manik-manik. Motif in i menggambarkan ikatan persaudaraan/kekerabatan yang kuat. Menurut tradisi, kain motif Lele Sepu’ hanya boleh dipakai sebagai hiasan pajangan, tidak boleh untuk pakaian.
7. Motif Pori Tonoling
-Mengandung makna ketekunan
8. Motif Sambo Tanete
-Merupakan gabungan dari berbagai motif yang ada. Nam a motif Sambo Tanete berasal dari kata-kata: “sambo” yang berarti melindungi/mengayomi dan “tanete” yang berarti gunung. Motif ini merupakan simbol yang bermakna perlunya perlindungan alam semesta (lingkungan). Ciri lain, pada bagian tengah tenunannya diberi motif kerbau berkelahi dan memiliki ukuran panjang dapat mencapai 12 meter. Kain motif ini lazim dipakai pada pesta kematian bangsawan.
9. Motif Bosepu
-Menggambarkan pandangan kosmologi masyarakat Kalumpang, yakni kehidupan yang harmoni.
10. Motif Marilotong
-Mengandung simbol integrasi masyarakat. Motif Mariiotong yang didominasi warna hitam yang bermakna bahwa hanya kuburan yang dapat memisahkan kekerabatan masyarakat Kalumpang. Motif ini diambil dari gabungan beberapa hiasan Ulu Karua Kassalle, Pori Tonioling, dan lain-lain. Perbedaan hanya pada warna hitam yang digunakan pada motif.
Pada setiap kain Sekomandi, selain motif utama juga terdapat motif tambahan. Motif tambahan disebut panissi yang berfungsi mengisi bagian kosong diantara hiasan utama dan hiasan tepi. Hiasan tepi biasanya motif Bulu Londong yang berada di tepi kedua ujung kain (lihat gambat di bawah). D i sekeliling motif juga diberi hiasan bingkai yang disebut teppi.
Nah, itu dia 10 jenis motif kain Sekomandi yang kami rangkum untuk pembaca sulbarpediacom. Semoga menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya di Sulbar, khusunya Mamuju.
(adv/adm)











