10 Motif Kain Tenun Sekomandi khas Kalumpang yang Memiliki Makna Pesan Sosial

- Jurnalis

Jumat, 26 Mei 2023 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM,- Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki satu kain tenun yang dipercaya sudah berusia ratusan tahun. Kain itu bernama tenun Sekomandi yang berasal dari Kalumpang.

Nama kain tenun ini tersusun dari dua kata yaitu ‘Seko’ yang berarti persaudaraan atau kekeluargaan dan ‘Mandi’ yang bermakna kuat atau erat. Secara harfiah, tenun Sekomandi melambangkan sebuah ikatan persaudaraan yang kuat.

Untuk menghasilkan kain Sekomandi, biasanya dibutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Hal ini juga yang menyebabkan kain tenun Sekomandi tidak bisa diproduksi dalam jumlah massal sekaligus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kain Sekomandi sendiri memiliki motif yang beragam. Penenun atau dalam bahasa lokalnya ‘Topattannun’ di Kalumpang mengenal berbagai macam motif yang mengandung makna pesan sosial.

(contoh motif kain Sekomandi, foto: dok. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional)

Dilansir dari buku Kalumpang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada 2007 menyebutkam sedikitnya ada 10 motif kain tenun Sekomandi.

Berikut 10 jenis motif kain Sekomandi yang dirangkum sulbarpediacom:

1. Motif Tossobalekoan

-Menggambarkan salah satu alat tenun, yakni balekoan. Motif ini mengandung makna bahwa menenun merupakan pekerjaan orang-orang Desa Karataun.

2. Motif Ulu Karua Kasalle

-Bermakna bahwa di dalam masyarakat Kalumpang terdapat delapan unsur dewan adat sebagai pilar, yakni Tobarak Pondan, Tobarak Timba, Tobarak Lolo, Topakkalo, Toma dewata, Totumado, Tobarani dan Tomakaka. Ke delapan pilar tersebut menjadi sumber keputusan setiap permasalahan di kampung melalui musyawarah.

3. Motif Ulu Kama Barinni

-Motif ini sama dengan motif Ulu Kama Kasalle. Perbedaannya, motif Ulu Kama Barinni lebih kecil dari ukuran motif Ulu Kama Kasalle. Barinni berarti kecil, sedangkan kasalle berarti besar.

4. Motif Rundung Lolo

-Mengandung makna pentingnya menelusuri hubungan kekerabatan

5. Motif Toboalang

-Menggambarkan lumbung padi yang mengandung makna harapan akan kemakmuran masyarakat.

6. Motif LeleSepu’

-Mengambarkan tempat sirih yang dikembangkan dari hiasan manik-manik. Motif in i menggambarkan ikatan persaudaraan/kekerabatan yang kuat. Menurut tradisi, kain motif Lele Sepu’ hanya boleh dipakai sebagai hiasan pajangan, tidak boleh untuk pakaian.

7. Motif Pori Tonoling

-Mengandung makna ketekunan

8. Motif Sambo Tanete

-Merupakan gabungan dari berbagai motif yang ada. Nam a motif Sambo Tanete berasal dari kata-kata: “sambo” yang berarti melindungi/mengayomi dan “tanete” yang berarti gunung. Motif ini merupakan simbol yang bermakna perlunya perlindungan alam semesta (lingkungan). Ciri lain, pada bagian tengah tenunannya diberi motif kerbau berkelahi dan memiliki ukuran panjang dapat mencapai 12 meter. Kain motif ini lazim dipakai pada pesta kematian bangsawan.

9. Motif Bosepu

-Menggambarkan pandangan kosmologi masyarakat Kalumpang, yakni kehidupan yang harmoni.

10. Motif Marilotong

-Mengandung simbol integrasi masyarakat. Motif Mariiotong yang didominasi warna hitam yang bermakna bahwa hanya kuburan yang dapat memisahkan kekerabatan masyarakat Kalumpang. Motif ini diambil dari gabungan beberapa hiasan Ulu Karua Kassalle, Pori Tonioling, dan lain-lain. Perbedaan hanya pada warna hitam yang digunakan pada motif.

Pada setiap kain Sekomandi, selain motif utama juga terdapat motif tambahan. Motif tambahan disebut panissi yang berfungsi mengisi bagian kosong diantara hiasan utama dan hiasan tepi. Hiasan tepi biasanya motif Bulu Londong yang berada di tepi kedua ujung kain (lihat gambat di bawah). D i sekeliling motif juga diberi hiasan bingkai yang disebut teppi.

Nah, itu dia 10 jenis motif kain Sekomandi yang kami rangkum untuk pembaca sulbarpediacom. Semoga menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya di Sulbar, khusunya Mamuju.

(adv/adm)

Berita Terkait

Peringati HANI 2026, RSUD Sulbar Edukasi Bahaya Narkoba untuk Wujudkan Generasi Sehat dan SDM Unggul
Car Free Day Mamuju Pecah Euforia Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Kebagian Rezeki
Jadi Narasumber Sharing Session ASN Berdaya, Ridwan Djafar Paparkan Kesiapan SDM Pemerintahan Digital
Operasi Sendi di RSUD Sulbar Berhasil, Lansia Kembali Berjalan
Polda Sulbar Gelar Bakti Kesehatan Gratis, DKPPKB Apresiasi Komitmen Polri Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Sulfakri Sultan Gelar Hearing Dialog Bahas Urgensi Kota Otonom Sulbar
Sekda Sulbar Apresiasi Inovasi GARATTA TBC untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan
Pemprov Sulbar Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK: 1448 H Insyaallah Lebih Baik dan Longgar

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:41 WIB

Polres Mamuju Tengah Laksanakan Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Personel

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:37 WIB

Pengembangan Potensi Keagamaan dan Budaya Daerah, Anggota DPRD Mateng Dampingi Tim Pesparawi Bertanding di Manokwari

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:56 WIB

Wakil Ketua DPRD Mateng Hamka:  Kehadiran SMSI untuk Penguatan Media Lokal

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:10 WIB

Wabup Mateng Askary Anwar: SMSI Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Menyebarluaskan lnformasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:03 WIB

Sambang Malam Bhabinkamtibmas Desa Topoyo, Wujud Nyata Kehadiran Polri Menjaga Keamanan dan Kedekatan dengan Warga

Senin, 29 Juni 2026 - 17:07 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Bambamanurung Intensif Sambang Warga, Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Senin, 29 Juni 2026 - 17:03 WIB

Patroli Dialogis Malam Hari, Bhabinkamtibmas Desa Topoyo Sambangi Warga dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Senin, 29 Juni 2026 - 16:49 WIB

Hadiri Konfercab Ke 1 GMNI Mateng, Askary: Dapat Melahirkan Gagasan-Gagasan Konstruktif  

Berita Terbaru

x