MATENG,SULBARPEDIA.Com – Menjelang perhelatan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng) menggalang kesadaran kolektif dari berbagai lapisan masyarakat dan Pelaku usaha guna memastikan kesuksesan agenda nasional tersebut.
Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Mamuju Tengah, Litha Febriani, menegaskan bahwa validitas data merupakan fondasi utama dalam merancang cetak biru pembangunan ekonomi.
“Kami mengimbau agar masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bersikap kooperatif terhadap petugas pendataan,” ungkapnya. Jum’at, (10/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Litha berharap agar kiranya, masyarakat bisa menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi di lapangan.
Keakuratan informasi dari lapangan diyakini akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mengidentifikasi potensi ekonomi daerah yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Menanggapi mengenai isu kerahasiaan informasi kerap menjadi batu sandungan dalam setiap pendataan massal Pemkab Mamuju Tengah memberikan jaminan penuh bahwa data pribadi maupun rahasia perusahaan milik warga akan diproteksi secara ketat.
“Seluruh data yang dihimpun dilindungi oleh undang-undang dan hanya akan digunakan untuk kepentingan analisis statistik, bukan untuk kepentingan perpajakan atau hal di luar mandat sensus,” jelas Litha.
Diketahui Sensus Ekonomi 2026 di Mamuju Tengah dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Cakupan pendataan meliputi, profil usaha dan tenaga kerja, pemetaan potensi komoditas unggulan daerah serta gambaran menyeluruh struktur ekonomi masyarakat.
Dengan data yang akurat, Pemkab Mamuju Tengah optimistis dapat merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.(**)











