SULBARPEDIA.COM, Mamuju – RSUD Provinsi Sulawesi Barat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dengan menggelar penyuluhan dan edukasi kesehatan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu depan Instalasi Rekam Medik RSUD Sulbar itu diikuti pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit. Edukasi tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Sulbar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta mencegah penyalahgunaan narkotika.
Peringatan HANI 2026 ini juga selaras dengan program Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diinisiasi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan memiliki ketahanan diri untuk menolak penyalahgunaan narkotika.
Edukasi disampaikan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Sulbar dengan narasumber dr. Besse Wiwi Wulandari. Mengusung tema “Generasi Sehat Tanpa Narkoba”, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkotika yang paling sering disalahgunakan, efek dan sifat narkoba, hingga tanda-tanda penyalahgunaan yang perlu dikenali sejak dini.
Selain itu, dr. Besse juga memaparkan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, hingga produktivitas seseorang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pengawasan, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai positif kepada anak dan remaja.
Menurutnya, sekolah dan lingkungan juga memiliki tanggung jawab yang sama melalui edukasi, pembinaan karakter, dan kampanye hidup sehat secara berkelanjutan.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat merusak masa depan keluarga, lingkungan, dan daerah. Melalui kegiatan edukasi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjauhi narkoba serta membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkarakter. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat melalui Panca Daya, khususnya dalam mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter,” ujar dr. Musadri.
Melalui kegiatan ini, RSUD Sulbar berharap masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkotika dan memiliki komitmen kuat untuk melindungi diri maupun keluarga dari ancaman narkoba.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba sebagai fondasi untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.











