Aparat dan Masyarakat Politik Belah Bambu Oligarki

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Abd Lathief Syukriel Isnain
-S2 Pascasarjana PTIQ Jakarta
-Pimpinan Ponpes SZ Nahdlatul Wathan Pasangkayu

Dalam setiap moment demonstrasi dari tahun ke tahun dari jilid satu hingga ke jilid berikutnya, ada nuansa yang selalu menjadi kesan yang sama persis konteksnya.

Tidak lain pastinya kesan bentrok aparat dan masyarakat, banyak sudut pandang terjadi, dari pihak aparat mengatakan masyarakatlah yang memulai perbuatan anarki, sisi lain masyarakat mengatakan aparat yang tidak mampu mengayomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hampir berulang ulang terjadi dan meninggalkan kesamaan narasi dalam setiap demonstrasi. Bentrok masyarakat dan polisi. Lalu siapakah yang harus kita salahkan?.

Bukan siapa siapa melainkan ini adalah kesalahan para politisi dan oligarki. Politisi yang seharusnya menemui dan menerima asupan aspirasi malah hilang meninggalkan masyarakat yang memberikan mereka gaji dan entah kemana mereka para politisi dan oligarki itu bersembunyi?.

Terkuak bahwa bukan polisilah atau masyarakatlah yang salah dalam kondisi seperti ini melainkan para politisi dan oligarki yang duduk diatas kursi dan menjadikan politik belah bambu antara masyarakat dan aparat.

Belajar dari sejarah Sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, politik belah bambu telah menjadi alat yang efektif untuk mempertahankan kekuasaan hingga berlanjut ke masa Orde Baru, strategi ini diterapkan dengan lebih sistematis seperti dalam upaya Soeharto mengfungsikan berbagai institusi ada ABRI dan berbagai partai politik.

Fusi ini merupakan salah satu bentuk nyata dari bagaimana kekuatan politik diarahkan dan dikendalikan demi mulusnya stabilitas kekuasaan.

Sebagai masyarakat baiknya kita mempertanyakan dimana para petinggi bersembunyi, bukan melempar narasi bahwa yang salah adalah polisi dan yang benar adalah rakyat ataupun sebaliknya.

Benar apa yang disampaikan Prof Mahfud dalam akun instagram pribadinya, dalam kesimpulannya bliau meminta menyikapi prahara yang terjadi haruslah dengan pemikiran yg jernih, rakyat yang marah tak bisa disalahkan dan ditindak secara refrensif karena mereka punya hak untuk menyampaikan aspirasi dalam bernegara.

Begitu juga aparat kepolisian yang telah bertugas dilapangan hingga kemudian menabrak pendemo dengan membaca situasi mungkin karna kepanikannya hingga terjadi hal yg fatal atau dengan alasan lainnya yang mendesak.

Di sini yang salah merekalah para pejabar yang sembunyi dibalik kekuasaan dan yang serakahnomic.

Dalam sebuah buku _Teori dan praktik politik di indonesia_ Oleh Dr. Zuli Qadir Dalam narasinya bliau mengatakan Semua terjadi karena proses demokrasi yang salah, biaya politik yang mahal hinggai terjadi politik uang, hingga akhirnya semenana menanya para politisi dalam penyelewangan kekuasaan dan diam atas aspirasi rakyat.

Jadi jangan benturkan aparat dilapangan dan rakyat yang menyampaikan aspirasinya dan menggunakan hak konstitusinalnya.

 

Berita Terkait

Rukun dan Syarat Nikah: Antara Kepatuhan Syariat dan Tradisi Sosial
Sosioteologi Hak dan Kewajiban Suami istri dalam Hukum Islam
“Himpak Anna Himanang” Prinsip Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat PUS
Poligami dan Talak di Dunia Islam: Antara Teks Syariah, Negara, dan Keadilan Keluarga
Islah Organisasi Keagamaan Sebagai Resolusi Konflik: Refleksi dan Tamparan dari NU untuk Bulan Bintang Sinar Lima
Pascabencana Sumatra dan Tanggung Jawab Negara atas Pendidikan Generasi
Darurat Bullying Semakin Mengkhawatirkan
HMI: Dari Rumah Peradaban ke Lapak Kepentingan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:57 WIB

Hoaks Kian Tak Terbendung, Diskominfo Sulbar Galakkan Literasi Digital

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:48 WIB

Gubernur Suhardi Duka Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ini Daftarnya

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:14 WIB

RSUD Sulawesi Barat Gelar Rakor Reset Ulang Kompetensi Pelayanan

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:53 WIB

Gubernur Sulbar Siap Blusukan Kunjungi 6 Kabupaten, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:57 WIB

Dinsos, P3A dan PMD Sulbar Terima Kunjungan Silaturahmi Kepala Desa

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dari Lahan ke Program Strategis, UPTD BBTPH DINAS TPHP Panen Melon Dukung Penuh Visi SDK–JSM

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:51 WIB

Hari Desa Nasional 2026, Pemkab Pasangkayu Tegaskan Desa Pilar Utama Pembangunan Daerah

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:49 WIB

Kadisparbud Mamuju Ariady Terpilih Pimpin POSSI Sulbar Periode 2026-2030

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Oknum Polisi Aniaya Warga di Pasangkayu Dipatsus

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:55 WIB

Hukum dan Kriminal

Seorang Warga Jadi Korban Kekerasan Oknum Polisi di Pasangkayu

Rabu, 21 Jan 2026 - 12:34 WIB

Advertorial

RSUD Sulawesi Barat Gelar Rakor Reset Ulang Kompetensi Pelayanan

Rabu, 21 Jan 2026 - 08:14 WIB

x