Ketua Dewan Kebudayaan Mandar Desak Pemprov Sulbar Lunasi Hak Passandeq Sandeq Festival Rp290 Juta

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM,  – Ketua Dewan Kebudayaan Mandar, Muhaimin Faisal, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) segera melunasi pembayaran hak passandeq yang belum terealisasi dalam pelaksanaan Sandeq Heritage Festival 2024. Nilai tunggakan tersebut disebut mencapai Rp290 juta.

Menurut Muhaimin, keberadaan passandeq merupakan ruh dari festival perahu layar tradisional Sandeq. Karena itu, keterlambatan pembayaran dianggap mencederai semangat kolektif pelestarian kebudayaan Mandar.

“Para passandeq sudah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan mempertaruhkan nyawa demi menyukseskan Sandeq Heritage Festival 2024. Sampai hari ini, hak mereka sebesar Rp290 juta belum dibayarkan. Kami minta Pemprov Sulbar segera bertanggung jawab,” tegasnya, Rabu (20/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai pemerintah tidak boleh mengabaikan hak-hak pelaku budaya, terlebih mereka adalah garda terdepan dalam menjaga warisan maritim Mandar.

“Kalau passandeq saja diperlakukan seperti ini, kalau seorang Ridwan Alimuddin yang telah mewakafkan lebih dari separuh hidupnya untuk Sandeq dianiaya seperti ini, bagaimana kita bisa bicara soal kebudayaan maritim Mandar?” ujarnya.

Lebih jauh, Muhaimin menekankan perlunya membedakan antara kebudayaan dengan sekadar produk kebudayaan.

“Jangan hanya sibuk mengurus produk kebudayaan, sementara buta pada kultur, dinamika, keunggulan komparatif, dan esensi filosofis Sandeq. Spirit Sandeq adalah kejujuran dan keberanian. Maka, kejujuran itu harus tercermin juga dalam komitmen membayar hak-hak passandeq,” imbuhnya.

Muhaimin mengingatkan bahwa pelaksanaan Sandeq tahun ini bukan hanya sekadar tontonan atau agenda pariwisata tahunan. Lebih dari itu, ia merupakan identitas kolektif Mandar yang mengangkat nama Sulbar di tingkat nasional bahkan internasional.

“Memperlakukan passandeq dengan adil bukan hanya soal hak finansial, tetapi juga menyangkut harga diri dan martabat kebudayaan Mandar. Jangan menghina kebudayaan dengan meletakkannya di bawah kalkulasi ekonomi, tanpa siriq,” tutupnya.

(Adm)

Berita Terkait

16 Peserta Calon PHD Sulbar 2026 Ikuti Ujian CAT, Berebut 9 Kuota
Oknum Polisi Aniaya Warga di Pasangkayu Dipatsus
Gubernur Sulbar Siap Blusukan Kunjungi 6 Kabupaten, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama
Kadisparbud Mamuju Ariady Terpilih Pimpin POSSI Sulbar Periode 2026-2030
Aturan Baru PHD 2026: Pejabat Eselon II hingga DPRD Tak Lagi Boleh Jadi Pendamping Haji
Dugaan Korupsi Dana Desa Rp309 Juta di Pundau Mencuat, HMI FKIP Unsulbar Desak Kejari Majene Usut Tuntas
Sekda Sulbar Pastikan Pelantikan Eselon II Digelar dalam Waktu Dekat
Miris, Bayi 3 Bulan di Polman Minum Susu dengan Air Keruh, Wagub Sulbar Turun Langsung

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:46 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas, Biro Organisasi Setda Sulbar Gelar Coaching Clinic Penyusunan Laporan Kinerja 2025

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:42 WIB

Diskominfo Sulbar Dukung Penegakan Disiplin ASN, Dorong Budaya Kerja Profesional Berbasis Keteladanan

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:06 WIB

Gubernur SDK Kunci Mutasi ASN Sulbar, Tegas: Tak Ada Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:57 WIB

Hoaks Kian Tak Terbendung, Diskominfo Sulbar Galakkan Literasi Digital

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:48 WIB

Gubernur Suhardi Duka Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ini Daftarnya

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:14 WIB

RSUD Sulawesi Barat Gelar Rakor Reset Ulang Kompetensi Pelayanan

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:56 WIB

Rakerda Pemprov Sulbar Jadi Kunci Sinkronisasi Program Pembangunan Daerah

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:53 WIB

Gubernur Sulbar Siap Blusukan Kunjungi 6 Kabupaten, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru

x