SULBARPEDIA.COM, Mamuju – Kabar gembira bagi para pencinta musik pop di Sulawesi Barat (Sulbar)! Band pop ternama Indonesia, Last Child, dipastikan akan menyapa penggemarnya di Mamuju melalui konser akbar bertajuk “Sound of Healing”. Acara yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan digelar pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Stadion Manakarra, Mamuju.
Kedatangan Last Child, yang dikenal dengan lagu-lagu hits emosional seperti “Pedih” dan “Sekuat Hatimu,” ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh komunitas penggemar mereka, yang akrab disapa Last Friend, khususnya yang berada di Sulawesi Barat. Konser ini diharapkan dapat menjadi ajang pelepas rindu sekaligus hiburan yang menyegarkan bagi masyarakat Mamuju dan sekitarnya.
Konser “Sound of Healing” ini diselenggarakan oleh EO Teman Event dan Kandora Production. Untuk memudahkan para penggemar, penjualan tiket sudah resmi dibuka secara offline sejak hari Senin, 16 November 2025, bertempat di Espor Space Jl. Abdul wahab azasi Mamuju.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Antusiasme diperkirakan akan sangat tinggi, mengingat Last Child memiliki basis penggemar yang besar. Pihak penyelenggara menyediakan empat kategori tiket dengan harga yang bervariasi, memberikan pilihan bagi seluruh kalangan masyarakat untuk menikmati penampilan Vokalis Virgoun dkk secara langsung.
Berikut adalah daftar harga tiket resmi konser “Sound of Healing” Last Child di Mamuju:
Kategori Tiket Harga
VVIP Rp 250.000
VIP Rp 200.000
FESTIVAL Rp 100.000
REGULER Rp 50.000
Bagi para Last Friend dan seluruh warga Sulawesi Barat yang tidak ingin ketinggalan momen spektakuler ini, disarankan untuk segera mengamankan tiket. Selain pembelian offline di lokasi yang ditentukan, calon penonton juga dapat melakukan pembelian atau mendapatkan informasi lebih lanjut melalui kontak person resmi berikut:
+62 812 2434 1843
+62 821 5624 7545
+62 823 4729 5678
+62 812 4506 5037
Segera dapatkan tiket Anda dan bersiaplah untuk bernyanyi bersama Last Child dalam konser yang menjanjikan suasana penuh energi dan emosi di jantung kota Mamuju.
(Adm)












