Memutuskan Karier, Impian atau Takut Penilaian Orang Lain?

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Putri Amaliah Arifin, S.Psi (Mahasiswa Magister Psikologi)

SULBARPEDIA.COM, – Kecemasan dalam memilih karier atau Choose career anxiety, ini adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas, takut dan ragu yang berkelanjutan terkait pilihan dan pengembangan karier di masa depan. Setiap orang pasti pernah dihadapkan pada satu pertanyaan besar dalam hidupnya: “Mau jadi apa?” Pertanyaan sederhana itu sering kali tidak sesederhana jawabannya. Bagi Generasi Z yang lahir di awal 2000-an, pertanyaan tersebut kini semakin nyata. Mereka sedang memasuki fase dewasa awal—masa penuh eksplorasi, ketidakstabilan, sekaligus kesempatan.

Dalam fase ini, banyak pemuda mulai menata rencana jangka panjang, terutama soal karir. Namun, perjalanan memilih karir ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Ada mereka yang mantap mengejar impian, tapi ada pula yang dihantui kecemasan karena takut salah jalan atau takut penilaian orang lain. Fenomena ini dikenal dengan istilah choose career anxiety, yakni kondisi ketika seseorang ragu, cemas, bahkan tidak mampu berkomitmen pada satu pilihan karir tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketakutan yang Membelenggu

Kecemasan memilih karir muncul dari berbagai bentuk ketakutan. Ada yang merasa tertinggal karena melihat teman-temannya sudah melangkah lebih jauh (fear of missing out atau FOMO). Ada pula yang terus dihantui bayangan penilaian orang lain (fear of negative evaluation atau FNE). Dan yang tidak kalah berat, ada yang selalu dihantui oleh fear of other people’s opinion (FOPO)—takut apa kata orang terhadap pilihannya.

Tiga bentuk ketakutan ini seolah menjadi penjara tak kasat mata yang membuat anak muda kehilangan kepercayaan diri. Padahal, karir seharusnya menjadi jalan untuk berkembang, bukan beban karena standar orang lain.

Mengapa Kecemasan Ini Terjadi?

Psikologi karir menjelaskan bahwa kecemasan dalam memilih pekerjaan tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya:

•Efikasi diri (self-efficacy). Keyakinan pada kemampuan diri adalah pondasi. Ketika seseorang percaya dirinya mampu, ia akan lebih berani menetapkan pilihan. Sebaliknya, hilangnya keyakinan diri membuat langkah terasa buntu.

•Emosi positif. Perasaan optimis dan bahagia mampu menurunkan kecemasan. Sebaliknya, emosi negatif bisa menutup pandangan seseorang terhadap peluang.

•Dukungan sosial. Keluarga, sahabat, dan pasangan berperan besar. Dukungan sederhana saja bisa membuat seseorang lebih tenang menghadapi pilihan.

•Eksplorasi waktu. Tidak semua orang langsung menemukan jalannya. Butuh proses pencarian yang kadang panjang.

• Kecerdasan emosional. Kemampuan mengelola emosi sering kali jadi penentu. Mereka yang mampu mengolah perasaan biasanya lebih bijak dalam membuat keputusan karir.

Faktor-faktor inilah yang sering kali lupa kita sadari, padahal justru menjadi penentu besar dalam perjalanan hidup.

Bagaimana Menghadapinya?

Lantas, apa yang bisa dilakukan agar kecemasan memilih karir tidak terus menghantui?

Pertama, kenali diri sendiri. Apa yang kita sukai, apa yang membuat kita bersemangat, dan apa yang benar-benar ingin kita capai. Kedua, lawan rasa takut dengan membangun emosi positif. Bisa melalui journaling — menulis catatan tentang kekuatan dan pengalaman berharga kita. Ketiga, cari dukungan. Jangan sungkan bercerita kepada orang terdekat atau mengikuti konseling karir. Dan terakhir, jangan berhenti mencoba. Karir bukan jalan lurus, melainkan perjalanan panjang yang penuh liku.

Karir Adalah Perjalanan, Bukan Hanya Pekerjaan

Sering kali kita menganggap karir hanyalah tentang pekerjaan yang menghasilkan uang. Padahal, karir adalah perjalanan mengenali diri sendiri. Di sepanjang jalan itu, kita mungkin salah memilih, jatuh, atau goyah. Tetapi justru dari situlah kita belajar, bertumbuh, dan menjadi lebih kuat.

Maka, jangan biarkan rasa takut akan penilaian orang lain merampas kebebasan kita untuk memilih. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terbaik untuk diri kita, selain diri kita sendiri.

Pada akhirnya, memilih karir bukan tentang memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan tentang keberanian menjalani jalan hidup yang kita yakini. Karena karir sejatinya bukan sekadar destinasi, melainkan proses menemukan makna.

Penulis : Putri Amaliah Arifin

Editor: Adm/wdy

Penulis : Putri Amaliah Arifin

Editor : Adm/Wdy

Berita Terkait

Memilah Fakta, Merawat Kedewasaan Publik
Konsep Kafir Dalam Konteks Keislaman dan Kebangsaan
Moderasi Hukum Keluarga Islam Dalam Filsafat Hukum Islam
KAMMI Mamuju Raya Soroti Peredaran Miras di Mamuju
Ironi di Tanah Subur Mamasa: Potensi Emas yang Terpasung Akses dan Keengganan Regenerasi
Balang Nipa – Passokkorang: Sejarah dan Konflik Kerajaan
Peran DSN-MUI Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di Masyarakat
Rukun dan Syarat Nikah: Antara Kepatuhan Syariat dan Tradisi Sosial

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Bhabinkamtibmas Topoyo Imbau Warga Cegah Karhutla Di Musim Kemarau

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Titik Api Kembali Muncul di Topoyo, Bhabinkamtibmas Padamkan Kebakaran Lahan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Polri Kawal Semarak Kemerdekaan, Bhabinkamtibmas Karossa Amankan Gerak Jalan 19 Regu Pelajar

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Karossa Patroli Malam Sisir Titik Rawan Demi Kamtibmas Tetap Kondusif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Sambut Hut RI Ke-81, Sat Lantas dan Sat Samapta Polres Mateng Bagikan Sangsaka Merah Putih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Polri Bersama Satgas El Nino Tanggap Bencana Pengecekan Posko Malam Hari

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Bhabinkamtibmas Tinali Sambangi Warga Perkuat Kerukunan dan Waspada Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Polri Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Jangkos di Kambunong

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Bhabinkamtibmas Topoyo Imbau Warga Cegah Karhutla Di Musim Kemarau

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:20 WIB

x