SULBARPEDIA.COM,- Warga Kalumpang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki 2 pakaian tradisional yang digunakan pada masa lalu. Kedua pakaian tersebut bernama kain Peo dan pakaian kulit kayu.
Dari 2 jenis pakaian itu. Satu di antaranya dibuat dengan proses tenun tanpa ikat. Sementara pakaian kulit kayu juga digunakan warga untuk berburu.
Dilansir dari buku Kalumpang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada 2007 menyebutkan ada 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang yang dirangkum sulbarpediacom:
1. Kain Peo
Kain Peo yang khusus dipakai laki-laki dibuat dari bahan kapas lewat proses tenun tanpa ikat. Kain Peo dibedakan atas dua jenis yakni Peo biasa dan Peopuang.
Kain pakaian Peo biasa berwarna putih polos dan dipakai oleh masyarakat pada umumnya. Sementara Peopuang hanya dipakai oleh para bangsawan, terutama pada pesta-pesta adat.
Dasar kain Peopuang berwarna putih seperti kain Peo, perbedaannya hanya pada motif. Motif kain Peopuang tidak diikat, tetapi diukir langsung dengan menggunakan bahan sarang lebah (patti’).
Dalam Ptoses mengukir motif kain Peopuang, sarang lebah terus dipanaskan dalam periuk (kuri’-kuri’) agar terus cair.
Motif juga bisa dibuat dengan Mengikat biji kapas. Warna hitam pada motif kain Peopuang diperoleh dari lumpur ditambah tumbuhan Biiatte.
2. Pakaian Kulit Kayu
Menurut fungsinya, pakaian kulit kayu di Kalumpang dapat dibedakan atas tiga. Pertama, pekkaro, yaitu pakaian kulit kayu yang khusus dipakai laki-laki sehari-hari.
Kedua, sassang, yaitu pakaian kulit kayu yang dipakai khusus untuk berburu. Sassang dipakai seperti rok berlapis menjumbai ke bawah untuk melindungi pakaian pemburu agar tidak basah dan mengamankan dari duri-duri hutan.
Ketiga, kundai, yaitu pakaian kulit kayu untuk perempuan.
Tidak semua kulit kayu dapat dibuat pakaian. Di Kalumpang, ada tiga jenis pohon kayu yang kulitnya dapat dibuat pakaian yaitu Kaju Polosan, Kaju hambaku, Kaju Passe.
Bahan ini diolah melalui beberapa proses sebelum menjadi pakaian kulit kayu. Muk-mula kulit kayu diiris selebar kira-kira 10 cm dan panjang sesuai dengan yang dikehendaki.
Beberapa potong kulit kayu kemudian dipukul-pukul (dipenda’-penda’) dengan kayu pemukul di atas batu. Setelah bahan menjadi lunak, bahan direndam (dirammet) sambil dipisah-pisahkan untuk selanjutnya disulam (dianan).
Akhirnya, pakaian kulit kayu yang dihasilkan dijemur sebelum dipakai.
Nah, itu dia 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang pada masa lampau yang kami rangkum untuk pembaca sulbarpediacom. Semoga menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya di Sulbar, khusunya Mamuju.
(adv/adm)











