Mengenal 2 Pakaian Tradisional di Kalumpang yang Dipakai pada Masa Lampau

- Jurnalis

Rabu, 31 Mei 2023 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Kain tenun sekomandi khas Kalumpang Mamuju, foto: dok.kemendikbud)

(Kain tenun sekomandi khas Kalumpang Mamuju, foto: dok.kemendikbud)

SULBARPEDIA.COM,- Warga Kalumpang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki 2 pakaian tradisional yang digunakan pada masa lalu. Kedua pakaian tersebut bernama kain Peo dan pakaian kulit kayu.

Dari 2 jenis pakaian itu. Satu di antaranya dibuat dengan proses tenun tanpa ikat. Sementara pakaian kulit kayu juga digunakan warga untuk berburu.

Dilansir dari buku Kalumpang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada 2007 menyebutkan ada 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang yang dirangkum sulbarpediacom:

1. Kain Peo

Kain Peo yang khusus dipakai laki-laki dibuat dari bahan kapas lewat proses tenun tanpa ikat. Kain Peo dibedakan atas dua jenis yakni Peo biasa dan Peopuang.

Kain pakaian Peo biasa berwarna putih polos dan dipakai oleh masyarakat pada umumnya. Sementara Peopuang hanya dipakai oleh para bangsawan, terutama pada pesta-pesta adat.

Dasar kain Peopuang berwarna putih seperti kain Peo, perbedaannya hanya pada motif. Motif kain Peopuang tidak diikat, tetapi diukir langsung dengan menggunakan bahan sarang lebah (patti’).

Dalam Ptoses mengukir motif kain Peopuang, sarang lebah terus dipanaskan dalam periuk (kuri’-kuri’) agar terus cair.

Motif juga bisa dibuat dengan Mengikat biji kapas. Warna hitam pada motif kain Peopuang diperoleh dari lumpur ditambah tumbuhan Biiatte.

2. Pakaian Kulit Kayu

Menurut fungsinya, pakaian kulit kayu di Kalumpang dapat dibedakan atas tiga. Pertama, pekkaro, yaitu pakaian kulit kayu yang khusus dipakai laki-laki sehari-hari.

Kedua, sassang, yaitu pakaian kulit kayu yang dipakai khusus untuk berburu. Sassang dipakai seperti rok berlapis menjumbai ke bawah untuk melindungi pakaian pemburu agar tidak basah dan mengamankan dari duri-duri hutan.
Ketiga, kundai, yaitu pakaian kulit kayu untuk perempuan.

Tidak semua kulit kayu dapat dibuat pakaian. Di Kalumpang, ada tiga jenis pohon kayu yang kulitnya dapat dibuat pakaian yaitu Kaju Polosan, Kaju hambaku, Kaju Passe.

Bahan ini diolah melalui beberapa proses sebelum menjadi pakaian kulit kayu. Muk-mula kulit kayu diiris selebar kira-kira 10 cm dan panjang sesuai dengan yang dikehendaki.

Beberapa potong kulit kayu kemudian dipukul-pukul (dipenda’-penda’) dengan kayu pemukul di atas batu. Setelah bahan menjadi lunak, bahan direndam (dirammet) sambil dipisah-pisahkan untuk selanjutnya disulam (dianan).

Akhirnya, pakaian kulit kayu yang dihasilkan dijemur sebelum dipakai.

Nah, itu dia 2 jenis pakaian tradisional warga Kalumpang pada masa lampau yang kami rangkum untuk pembaca sulbarpediacom. Semoga menambah wawasan kita tentang keanekaragaman budaya di Sulbar, khusunya Mamuju.

(adv/adm)

 

Berita Terkait

Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras Gelar Hearing Dialog Tahap II di Mamuju Tengah 
Gubernur Sulbar: Otonomi Daerah Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Refleksi dan Harapan Masyarakat
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal
Parkir Liar dan Aksi Lompat Pagar Siswa SMK Rangas Resahkan Warga
PPID Jadi Kunci Transparansi, Kominfo Sulbar Dorong Layanan Informasi Lebih Terbuka
Dorong Ekonomi Pertanian, Gubernur Sulbar Ingatkan Pentingnya Jalur Hukum
Sekretariat DPRD Sulbar Hadiri Rakor Implementasi Budaya Kerja BerAKHLAK
Hari ke-9 Pelayanan Beasiswa, Semangat Tak Surut Biro Pemkesra Dukung Panca Daya SDK

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 12:33 WIB

Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras Gelar Hearing Dialog Tahap II di Mamuju Tengah 

Jumat, 24 April 2026 - 20:53 WIB

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Jumat, 24 April 2026 - 18:43 WIB

Pemda Mateng Usulkan Sejumlah Program Infrastruktur Kekementerian PU

Jumat, 24 April 2026 - 05:53 WIB

Wabup Mateng Bersama Tim TPID Gelar HLM Guna Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Selasa, 21 April 2026 - 14:51 WIB

Buka Forum Satu Data Indonesia, Askary: Dengan Data yang Valid Kebijakan Diambil Sesuai Kebutuhan

Selasa, 21 April 2026 - 14:39 WIB

Momentum Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Sulbar Ajak Perempuan Berani Ambil Peran Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WIB

SPBU Tapalang Bantah Isu Distribusi BBM Subsidi Tak Sesuai Aturan: Informasi Hoaks

Senin, 20 April 2026 - 17:49 WIB

Sekrateriat Wapres RI Tim Percepatan Penurunan Stunting Kunjungan Ke Mateng, Wabub Askary: Penurunan Stunting Lebih Cepat

Berita Terbaru

Oplus_131072

Mamuju Tengah

Pemda Mateng Usulkan Sejumlah Program Infrastruktur Kekementerian PU

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:43 WIB

x