SULBARPEDIA.COM, Majene — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju secara resmi menutup Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut di Perairan Majene, Sulawesi Barat, Rabu (4/2/2026).
Korban diketahui bernama Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Setelah upaya pencarian intensif selama tujuh hari, korban belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
Pada hari ketujuh pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian sejak pukul 07.00 WITA dengan menyisir area seluas 96 mil laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan para nelayan yang melintas di perairan Majene untuk memantau kemungkinan adanya tanda-tanda korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun hingga pukul 14.30 WITA, hasil pencarian masih nihil. Berdasarkan laporan Tim Rescue Pos Siaga SAR Majene serta hasil monitoring kapal-kapal yang melintas, tidak ditemukan indikasi keberadaan korban.
Selanjutnya pada pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi, dan pada pukul 16.00 WITA disepakati untuk menutup operasi SAR dengan hasil korban dinyatakan hilang. Meski demikian, pihak SAR tetap akan melakukan pemantauan terhadap setiap laporan dari nelayan maupun masyarakat apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di kemudian hari.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta masyarakat setempat. Kondisi cuaca selama operasi terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin 1–35 km/jam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mamuju menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah terlibat dan berpartisipasi aktif selama proses pencarian berlangsung.
(Rls/Adm)











