Mengkampanyekan Keunggulan Kelapa Sawit dengan Isu Pangan Sehat

- Jurnalis

Senin, 7 Maret 2022 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Moderator Webinar: Mochamad Husni (Media and Public Relation Manager PT. Astra Agro Lestari Tbk)

Sudah sejak dua tahun lalu pemerintah mencanangkan keunggulan kuliner sebagai salah satu prioritas diplomasi Indonesia. Gastro diplomacy memang menjadi strategi nation branding yang tepat untuk kita lakukan. Tapi, bisakah kita lebih memperdalam isu agar apa yang kita lontarkan lebih mengena ke hati publik? Dengan lebih menyoroti isu pangan sehat, misalnya. Tidak sekadar enak, lezat dan nikmat, melainkan juga bermanfaat bagi jiwa dan raga!.

Tak sulit dicari. Materi kampanye dengan isu semacam itu sudah tersedia di sekeliling kita. Salah satunya adalah aneka macam keunggulan dan kandungan minyak kelapa sawit sebagai bahan yang digunakan produk pangan. Kesimpulan ini saya petik usai memoderatori webinar yang digelar majalah Sawit Indonesia, Sabtu, 4 Maret 2022, bertema “Kampanye dan Promosi Minyak Sawit Sehat kepada UKMK” dengan pembicara Prof Erliza Hambali (Inovator Rendang Sawit), Ir. Mukti Sardjono (Direktur Eksekutif GAPKI), Dr.Dase Hunaefi (Dosen IPB University), dan H. Syamsalis (Pemilik Sabana Fried Chicken).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut saya, Prof. Erliza Hambali yang merupakan peneliti sekaligus pegiat kampanye tampaknya telah menekuni pola seperti ini. Guru Besar Departemen Teknologi Pertanian IPB tersebut mengkaji dan menemukan rendang sawit lalu memopulerkannya ke luar negeri. Kreasinya yang dikenal dengan “Rendang Seasoning Mix Berbahan Dairy Creamer Sawit”  bahkan sudah diekspor ke Kanada dan dapat dibeli di Amazon Kanada dan Amerika.

Sebagai kekayaan nusantara, rendang sendiri sudah terkenal dan diakui dunia sebagai makanan terenak. Tahun 2017 dinobatkan CNN sebagai World’s 50 Best Food. Peneliti IPB yang sudah menghasilkan 9 inovasi dan 13 paten penemuan yang terdaftar (registered invention patent) ini mengganti bahan santan. Ia menggunakan creamer tiruan. Creamer tiruan itulah yang ia kreasikan dari RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil), produk turunan dari minyak kelapa sawit.

Creamer sesungguhnya dapat diproses dari minyak nabati manapun. Namun, ia memilih turunan minyak kelapa sawit sebagai sumber mengolah creamer (non diary creamer). Lebih ekonomis. Menurutnya, penggunaan RBDPO lebih murah 40 persen dibanding minyak kelapa. Keunggulan lainnya, umur simpan dapat lebih lama. Dan, yang sangat menarik, produk pangan ini sehat. “Aman bagi penderita laktosa intolerance,” tegas Prof Erliza Hambali.

Perihal kandungan nutrisi pada minyak kelapa sawit, sesungguhnya sudah banyak diketahui dan dibuktikan secara ilmiah. Selain mengandung betakaroten, vitamin A, vitamin E, komposisi asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang, minyak kelapa sawit diperkaya sederet hal baik lainnya bagi kesehatan manusia.

Nutrisi pada minyak kelapa sawit juga diakui Dr. Dase Hunaefi. Selain sehat, peraih gelar doktor bidang Food Biotechnology and Bioprocess Engineering Berlin University of Technology, Jerman, ini juga mengutip kembali fakta bahwa minyak kelapa sawit memiliki keunggulan-keunggulan. Diantaranya, memiliki fraksi padat alami; dan komposisi asam lemak minyak kelapa sawit tidak perlu dimodifikasi.

Itu sebabnya, menurut dosen IPB dan salah satu peneliti SEAFAST IPB ini, minyak sawit memang dicari karena unsur rasa. Ia lezat, gurih dan nikmat. Terkait isu kesehatan, menurutnya, sebenarnya faktor yang paling menentukan adalah keseimbangan. “A balance of food, exercise, work and life,” katanya mengingatkan pentingnya memperhatikan komposisi antara apa yang kita konsumsi, kegiatan olahraga kerja dan kehidupan secara seimbang.

Yang jelas, menurut Dr. Dase Hunaefi, minyak kelapa sawit itu terbukti menghasilkan cita rasa yang lezat, menjadi bahan yang sangat baik untuk menggoreng serta menyenangkan dan juga sehat.

Edukasi tentang kandungan gizi minyak sawit semakin terasa penting dilakukan mengingat kampanye sistematis yang dirancang untuk mengganggu industri kelapa sawit Indonesia masih terus berjalan.

Tantangan ini dijelaskan secara detil oleh Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono. Ia menyatakan serangan terhadap kelapa sawit Indonesia tidak hanya dari luar negeri. Gapki beberapa kali menemui lembaga di dalam negeri justru merugikan industri kelapa sawit nasional.

Contoh nyata Mei 2018, ketika maskapai udara nasional menyajikan biskuit/snack bertuliskan Palm Oil Free pada kemasannya, seakan ingin mengkampanyekan panganan tersebut sehat karena tidak mengandung minyak sawit. Praktik serupa juga pernah ditemukan pada kesempatan berbeda di super market dan restoran. Motifnya sama: memberi stigma negatif bahwa minyak sawit berbahaya bagi kesehatan.

“Gapki telah membuat surat keberatan dan melakukan advokasi,” ujar Mukti Sardjono.

Bisa dibayangkan bila kampanye-kampanye negatif itu dibiarkan beredar di ruang publik. Masyarakat yang tidak mengetahui fakta sesungguhnya akan termakan isu, percaya dan pelan-pelan meyakini bahwa minyak kelapa sawit memang harus dijauhi lantaran kandungannya membahayakan kesehatan.

Padahal, seperti diuraikan Dr. Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian RI, dan pernyataan Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrahman yang dibacakan Kepala Divisi Perusahaan, Achmad Maulizal di bagian pembuka webinar: minyak kelapa sawit merupakan berkah bagi Indonesia yang beriklim tropis.

Kendati bukan tanaman asli negeri kita, kelapa sawit tumbuh subur mengingat Indonesia dikaruniai Tuhan berupa sinar matahari dan curah hujan melimpah yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawait. Masyarakat dunia pun banyak membutuhkan komoditas ini untuk memenuhi beragam kebutuhan hidup. Tidak hanya pangan, tapi juga energi. Kontribusi minyak sawit bagi perekonomian nasional juga amat signifikan. Tahun 2021 lalu, komoditas ini menjadi penghasil devisi dengan nilai US$35,5 miliar.

Bukan satu dua orang yang menggantungkan hidup dari komoditas kelapa sawit.  Berdasar catatan Gapki, ada 11,3 juta orang tenaga kerja yang terlibat langsung. Bila dihitung dengan keluarga, ada 33,6 juta orang yang mengecap manfaat dari industri kelapa sawit.

Bila diurai, mata rantai industri ini pun masih lebih panjang lagi. Di luar perkebunan, terentang sektor-sektor lain yang juga mengandalkan manfaat minyak sawit. Salah satunya Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK).

Sabana Fried Chicken menjadi potret kecil mata rantai bisnis minyak sawit. Selain ayam dan tepung, menurut H. Syamsalis sebagai pendiri dan CEO perusahaan ini, minyak goreng menjadi bahan vital bagi usahanya. Sejak berdiri lima belas tahun lalu, usaha yang ia rintis telah beroperasi di 14 provinsi dengan total booth mencapai 2.000 unit.

Ia dengan sadar memilih minyak kelapa sawit sebagai bahan untuk menggoreng. Selain harga yang kompetitif, menurutnya, minyak kelapa sawit memang memiliki kualitas terbaik untuk menggoreng. Di samping bergizi tinggi dan sehat, dari segi rasa pun hasil gorengan terasa gurih dan lezat.

Makanya, H. Syamsalis berharap masalah kelangkaan minyak goreng segera teratasi. Jikalau ada subsidi terhadap pelaku usaha, ia mengingatkan agar perhatian juga diberikan pada UKMK seperti dirinya dan rekan-rekan senasib. “Kalau ada dana sawit, barangkali lebih pas ke UKMK,” katanya mengajukan usul.

Agaknya, ini ide untuk memberi perhatian pada UKMK memang perlu direnungkan lebih dalam. Bukan semata-mata untuk memberikan “subsidi” yang tepat sasaran, sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa kampanye positif mengenai industri kelapa sawit nasional seyogyanya dilancarkan secara massif.

Kampanye akan berlangsung lebih dahsyat lagi bila pegiat kampanye adalah mereka-mereka yang berinteraksi langsung dengan komoditas minyak kelapa sawit maupun produk turunannya. Getok tular atau word of mouth yang sudah membudaya dalam keseharian kita, akan menjadi saluran yang efektif dan efisien dalam mengkampanyekan sawit yang bermanfaat dan juga sehat.

 

(*)

 

 

Berita Terkait

Gubernur Suhardi Duka Motivasi 1.476 Patriot Muda Tim Ekspedisi Patriot 2026
SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional untuk Penguatan Desa dan Publikasi
Ketua DPRD Sulbar Hadiri Rakor Nasional 2026, Perkuat Sinergi Pusat–Daerah
Penuh Haru, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Jadi Inspektur Upacara Persemayaman Salim S Mengga
IPMA Sulbar-NTB Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Solidaritas dan Datangkan SDK
Gubernur SDK Kunjungi Makam Pejuang Sulbar dan Maraqdia Tokape Arajang Balanipa
Pastikan Harga LPG 3 Kg Sesuai HET, Pertamina Sulawesi Bersama Pemerintah Tinjau Pangkalan LPG
Stok BBM dan Gas LPG 3 Kg di Sulbar Aman

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pangale perkuat kamtibmas Desa Kombiling Hadir di Tengah Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Unit Patmor Sat Samapta pastikan perbankan Topoyo aman dari ancaman kejahatan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bhabinkamtibmas patroli hingga tengah malam, Budong-Budong disisir untuk cegah gangguan kamtibmas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Bhabinkamtibmas kawal penyaluran BLT-DD, Bhabinkamtibmas Topoyo pastikan bantuan warga Kabubu tepat dan aman

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Polri Jadi Penengah, Utang Piutang Diselesaikan dengan Kepala Dingin di Tobadak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Pastikan MBG Aman Sebelum Tersaji, Sidokkes Polres Mamuju Tengah Jaga Setiap Suapan Tetap Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Malam Tak Pernah Sepi dari Penjagaan, Blue Light Patrol Polres Mamuju Tengah Hadir di Jalan Trans Sulawesi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bupati dan Wabup Mateng Hadiri Posyandu dan Penimbangan Serentak di Desa Tangkou

Berita Terbaru

x