Pilu Nenek Nurjannah Tinggal di Gubuk Reyot 4 Tahun Usai Rumah Rusak Akibat Gempa

- Jurnalis

Senin, 18 November 2024 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tempat tinggal Nurjannah, dok.ist

Kondisi tempat tinggal Nurjannah, dok.ist

SULBARPEDIA.COM,- Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Nurjannah (70) di Lingkungan Labuang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tinggal di gubuk reyot.

Kondisi nenek Nurjannah itu sangat memperihatinkan, gubuk yang ditinggalinya terbuat dari terpal dan beralas seadanya.

Nurjanah mengaku tinggal bersama anaknya di dalam gubuk reyot selama empat tahun sejak rumahnya ambruk diguncang gempa bumi pada 15 Januari 2021 silam. Sejak saat itu Nurjannag harus membangun rumah yang terbuat dari terpal bekas dari pemberian warga sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurjannah memiliki tiga anak, namun dua anak lainnya sudah berkeluarga, sedangkan satu anak laki-lakinya tinggal bersama Nurjannah.

Kondisi rumah Nurjannah cukup memperihatinkan karena hanya berdinding terpal dan kain sarung. Gubuk nenek ini tidak jauh dari Terminal Bandara Tampa Padang Mamuju.

Sementara kondisi tendanya sudah banyak yang bolong sehingga saat angin kencang dan hujan deras gubuk ini digenangi air.
Di dalam gubuk yang sempit ini hanya terdapat tumpukan kain, bantal dan kasur yang sudah kusam.

Dok.istimewa

Nenek Nurjannah juga tidak memiliki kelambu, sehingga tidur dirinya harus menahan gigitan nyamuk.

Karena gubuknya kecil, Nenek Nurjannah membuat dapur di depan gubuknya tempat untuk ia memasak.

“Iya sudah lama tinggal disini sudah empat tahun, pas kejadian gempa rumah saya rusak (rata dengan tanah). Jadi saya dibuatkan tenda (gubuk),” kata Nurjannah saat ditemui wartawan, Senin (18/11/2024).

Nurjannah mengaku, selama tinggal di gubuk kerap dikunjungi oleh pihak yang mengaku dari pemerintah. Namun kata dia, mereka hanya datang mengambil foto lalu pergi.

“Ada datang sesekali (memberi sembako) lalu foto dan mereka pergi. Hanya dijanji saja,” ungkapnya.

Sehari-hari Nenek Nurjannah pergi mencari kapuk (kapas) untuk dibuat bantal lalu dijual, itu pun dengan usia yang sudah renta dirinya kini tidak kuat lagi.

Ia juga mengharap hasil dari anak laki-lakinya yang setiap hari berprofesi sebagai tukang ojek.

“Ya kalau ada lagi hasil ojeknya anakku itu lagi dipakai beli beras,” kata Nurjannah.

Baca Juga: Pilu Siswa SD di Mateng ke Sekolah Pakai Sendal karena Ortu Tak Mampu Beli Sepatu

Sementara itu mantan Kepala Lingkungan Labuang, Darling mengatakan sewaktu gempa 2021 lalu, rumah nenek Nurjannah roboh atau rata dengan tanah sehingga dia sudah sekitar empat tahun tinggal di gubuk seperti ini.

“Sudah lama seperti ini kasian, pernah ada datang dari Dinas Sosial (Dinsos) sudah di foto juga waktu itu dan mereka berjanji mau bantu. Tapi sampai sekarang belum ada datang,” jelasnya.

Bahkan Darling juga sempat melaporkan warganya itu ke pemerintah setempat namun tidak ada respon.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa membuka mata melihat kondisi rakyat yang saat ini menjerit atau menderita karena rumah dihuni sangat jauh dari kata layak.

Bukan hanya tempat tinggal, makan sehari-hari pun Nenek Nurjannah sangat sulit karena harus mencari kapuk dulu.

(rls/adm)

Berita Terkait

Sulfakri Sultan Gelar Hearing Dialog Bahas Urgensi Kota Otonom Sulbar
Sigap dan Responsif, RSUD Sulbar Evakuasi Pasien ke Area Aman Pascagempa Palu
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Mamuju Tega Aniaya Ayah Kandung
Pembukaan Jalan di 2 Desa di Tapalang Barat untuk Akses Kebun Warga
Ketua DPRD Sulbar Terima Silaturahmi SMSI, Perkuat Sinergi dengan Media
Disparbud Mamuju Gelar Audisi Gita Bahana Nusantara 2026, Siapkan Talenta Terbaik ke Tingkat Nasional
Menu MBG SD Buahati Dikeluhkan Ortu Siswa, Sajian Kering dan Minim Bumbu Picu Kekhawatiran
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:38 WIB

Car Free Day Mamuju Pecah Euforia Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Kebagian Rezeki

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:22 WIB

Jadi Narasumber Sharing Session ASN Berdaya, Ridwan Djafar Paparkan Kesiapan SDM Pemerintahan Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:18 WIB

Operasi Sendi di RSUD Sulbar Berhasil, Lansia Kembali Berjalan

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:49 WIB

Polda Sulbar Gelar Bakti Kesehatan Gratis, DKPPKB Apresiasi Komitmen Polri Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sekda Sulbar Apresiasi Inovasi GARATTA TBC untuk Mendukung Pembangunan Kesehatan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:57 WIB

Pemprov Sulbar Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK: 1448 H Insyaallah Lebih Baik dan Longgar

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:36 WIB

Gubernur SDK Resmikan Kantor Taspen Mamuju, Pasca Gempa 2021 Kini Kembali Beroperasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:20 WIB

Peringati Hari Kesadaran Nasional, Pemprov Sulbar Tekankan Disiplin dan Percepatan Program

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Polres Mateng Gelar Upacara Peringatan Hut Bhayangkara Ke 80 Tahun

Rabu, 1 Jul 2026 - 19:05 WIB

x