MATENG,SULBARPEDIA.Com – Dalam rangka peringatan Hut Rl ke-81 tahun, Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Arsal Aras membuka rangkaian perayaan Hut Rl di Kec.Pangale. Senin (3/8/2026)
Meski ditengah kebijakan efesiensi pemerintah pusat, pemerintah Kec.Pangale bersama masyarakat tanpa mengandalkan APBD Kab.Mamuju Tengah sukses menggelar rangkaian perayaan Hut RI ke-81.
Bupati Mateng Arsal Aras memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Pangale atas inisiatif dan kreativitas dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perayaan HUT RI tahun ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Camat Pangale atas semangat dan dedikasinya sehingga kembali bisa merayakan HUT RI tahun 2026 meskipun tidak menggunakan anggaran dari APBD Mamuju Tengah. Ini terjadi karena semangat dan kreativitas panitia dalam menyemarakkan HUT RI ke-81,” ujar Arsal saat sambutan
Selain menjadi ajang memperingati hari kemerdekaan, Arsal juga berharap, rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kecamatan Pangale.
“Kita berharap kegiatan ini bisa mendongkrak pertumbuhan UMK di Pangale sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kebersamaan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat yang terlibat, agar menjadikan setiap perlombaan sebagai ajang mempererat persaudaraan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Mari kita menjaga kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan momentum peringatan HUT RI ini sebagai wadah memperkuat persatuan dan kekompakan masyarakat Pangale,” pesannya.
Rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Pangale dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Pemerintah berharap perayaan tersebut tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan persatua.











