SULBARPEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Mamuju kembali memperingati Hari Jadi Mamuju yang ke-485 dengan penuh semangat dan nuansa budaya. Peringatan tersebut digelar dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mamuju yang mengangkat tema “Mamuju Keren untuk Semua”, sebagai simbol dari arah pembangunan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, tampil memukau dalam balutan busana etnik khas Kalumpang. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa tema tahun ini mencerminkan semangat kebersamaan serta dorongan untuk memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Mamuju, tanpa terkecuali.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan harus inklusif, merata, dan berpihak pada semua,” ujar Sutinah di hadapan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta dua mantan Bupati Mamuju, H. Almalik Pababari dan Habsi Wahid, yang turut hadir dalam paripurna tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati dua periode itu juga memaparkan sejumlah capaian penting yang diraih selama masa pemerintahannya. Di antaranya, predikat terbaik nasional dalam dimensi pembangunan pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Tak hanya itu, Mamuju juga meraih predikat Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.
Dalam hal tata kelola keuangan, Kabupaten Mamuju kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sulawesi Barat untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.
“Capaian ini menambah optimisme bahwa Mamuju akan terus berkembang dan menjadi Nggatang Pembolongang — membawa kebaikan bagi semua masyarakatnya,” tegas Sutinah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pelaksanaan pembangunan di seluruh kabupaten se-Sulbar. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang dan kolaborasi antarpemangku kepentingan demi mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Tidak ada pembangunan yang instan. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi semua pihak agar Sulawesi Barat bisa tumbuh merata dan berkelanjutan,” kata SDK.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Mamuju, malam harinya akan digelar acara ramah-tamah serta pemilihan Keke Baine dan Keke Muane—ajang budaya yang merepresentasikan generasi muda Mamuju berkarakter dan berbudaya—di halaman Rumah Adat Mamuju.
(rls/adm)











