SULBARPEDIA.COM,- Mamuju, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelontorkan anggaran Rp 742 juta untuk proyek rehabilitasi lapangan tenis. Proyek itu lantas mendapat sorotan karena dikerja di tengah efesiensi anggaran.
Anggota DPRD Mamuju, Sugianto menilai rehabilitasi lapangan tenis bukanlah prioritas di tengah ketatnya ruang fiskal daerah. Menurutnya, Pemkab seharusnya lebih memfokuskan anggaran pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“(Yang prioritas itu) termasuk yang mesti dibenahi dulu adalah bagaimana memastikan kelancaran drainase, itu prioritas. Begitu juga dengan penurunan angka stunting,” ujar Sugianto kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi Golkar itu mengungkapkan, Pemkab Mamuju saat ini sedang melakukan pengetatan anggaran secara besar-besaran. Seperti anggaran perjalanan dinas dipangkas hingga 50 persen, serta tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN yang rencananya ditiadakan.
Bahkan, kata dia, gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya akan ditanggung hingga Mei 2026. Olehnya itu, ia menilai proyek rehabilitasi lapangan tenis bukanlah prioritas di tengah efesiensi anggaran.
Baca Juga: Gubernur Suhardi Duka Tinjau Proyek Bendungan Budong-budong, Target Rampung 2027
“Terlalu jauh kaitannya antara pembangunan lapangan tenis dengan pertimbangan pusat kota. Kita harusnya mengutamakan pembangunan sesuai prioritas karena anggaran kita terbatas, apalagi ini era efisiensi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Zulfadli mengatakan ada sejumlah item yang dikerja dalam rehabilitisasi lapangan tenis itu. Item yang dibangun mulai pintu gerbang, area parkir, pagar, tribun penonton, dan lapangan ketiga.
Menurutnya, proyek yang sedang dikerja itu penting karena lapangan tenis berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Yos Sudarso atau arah jalur Arteri Mamuju. Selain itu, area lapangan bisa menjadi tempat bersantai untuk warga.
“Penting ini lapangan karena lokasinya di pusat kota, view-nya bagus. Yang pertama karena pusat kota, pusat berkumpulnya masyarakat di situ sekalian tempat rekreasi, bersantai dan menyambut peralihan Kabupaten Mamuju ke (menjadi) kota,” jelasnya.
Ia juga mengatakan rehabilitasi lapangan tenis menjadi prioritas karena atlet daerah telah menorehkan banyak prestasi sehingga fasilitas penunjang perlu dibenahi. Ia menyebut poyek rehablitiasi lapangan tenis itu ditargetkan rampung pada Desember 2025.
“Pengerjaannya kita target selesai akhir tahun ini,” pungkasnya.
(rls/adm)











