SULBARPEDIA.COM, Mamuju – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama insan pers melalui kegiatan Sipakada Media yang dilaksanakan pada 8 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam Rangka Diseminasi Perekonomian Terkini.”
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugraha menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara akurat, edukatif, dan transparan.
Menurutnya media memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara Bank Indonesia dan masyarakat. Berbagai kebijakan, data ekonomi, hingga langkah penguatan ekonomi daerah akan lebih mudah dipahami publik apabila disampaikan melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sinergi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya bersama untuk membangun optimisme ekonomi di Sulawesi Barat melalui pemberitaan yang edukatif dan faktual,” kata Eka, Jumat (8/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BI Sulbar juga memaparkan sejumlah isu strategis terkait perkembangan ekonomi daerah. Salah satu fokus utama ialah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga komoditas di pasar serta langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan.
Selain itu, BI Sulbar turut menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah dengan membedah sektor-sektor unggulan yang dinilai menjadi motor penggerak ekonomi di Bumi Manakarra. Digitalisasi keuangan juga menjadi perhatian, khususnya perluasan penggunaan QRIS dan edukasi program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat.
Tak hanya itu, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan BI turut menjadi agenda penting dalam diseminasi informasi. Program pendampingan dan digitalisasi UMKM diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
Melalui kolaborasi bersama media, BI Sulbar berharap masyarakat dapat memahami kondisi ekonomi secara objektif dan komprehensif. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ekspektasi publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
(Adm)











