SULBARPEDIA.COM, Mamuju — Warga di sekitar SMK Rangas mengeluhkan aktivitas siswa yang memarkir kendaraan secara sembarangan hingga memasuki pekarangan rumah warga dan badan jalan umum, Kondisi tersebut dinilai mengganggu akses keluar masuk warga serta pengguna jalan lainnya.
“Asktivitas mereka ini membuat kami sebagai pengguna jalan dan pemilik pekarangan kesulitan untuk keluar masuk,” ujar Asrul, salah seorang warga, saat ditemui, belum lama ini.
Menurut warga, keluhan terkait parkir liar tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada pihak sekolah. Meski pihak keamanan (security) sempat melakukan penertiban, kondisi serupa kerap kembali terjadi pada hari berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses jalan di sisi barat SMK Rangas yang menghubungkan jalan poros dengan kawasan permukiman dan perumahan disebut menjadi titik paling terdampak. Kendaraan siswa yang diparkir sembarangan di sepanjang jalur tersebut mempersempit ruang gerak warga.
Selain masalah parkir, warga juga menyoroti lemahnya pengawasan di area belakang sekolah. Mereka mempertanyakan tidak adanya penjagaan di pintu belakang yang kerap dimanfaatkan siswa untuk keluar masuk dengan cara melompati pagar.
“Kami ingin pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, bertindak lebih tegas dan berkesinambungan untuk memastikan aktivitas parkir siswa tidak menyulitkan warga. Sekolah punya lahan parkir, jadi seharusnya bisa dimaksimalkan,” ungkap Mujib, warga lainnya.
Ia juga menambahkan bahwa perilaku siswa yang keluar masuk melalui pagar belakang, bahkan dengan cara melompati pagar, masih sering terlihat. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terkait kedisiplinan dan pengawasan siswa.
Keluhan serupa turut disampaikan Alimin. Ia menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan citra SMK Rangas sebagai sekolah unggulan.
“SMK Rangas dikenal sebagai sekolah unggulan. Namun, aktivitas siswa yang parkir sembarangan, melompat pagar, hingga merokok di sekitar lingkungan sekolah membuat kami merasa tidak nyaman,” ujarnya.
Warga berharap pihak sekolah segera mengambil langkah tegas dan berkelanjutan guna menertibkan aktivitas siswa, khususnya terkait parkir kendaraan dan pengawasan akses keluar-masuk sekolah, demi menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.
(Adm)











