SULBARPEDIA.COM, Mamuju Tengah — Kondisi jalan di Dusun Lombok Permai, Desa Paraili, Kecamatan Topoyo, terlihat sangat memprihatinkan dan dikeluhkan banyak warga karena dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan yang sebelumnya dilakukan penimbunan menggunakan material tanah merah kini berubah menjadi licin dan becek setelah diguyur hujan.
Pantauan di lokasi menunjukkan jalan dipenuhi lumpur tanah merah dengan bekas roda kendaraan yang cukup dalam. Kondisi tersebut membuat pejalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas akibat tanah yang lembek dan berlumpur.

Pemuda Desa Paraili, sekaligus Aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lalu Wiranata, menyoroti kondisi jalan tersebut karena dianggap meresahkan warga yang setiap hari harus keluar masuk desa untuk bekerja maupun beraktivitas lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah dilakukan penimbunan menggunakan tanah merah tok ini jalan di tambah lagi hujan jadi kondisi jalan menjadi sangat licin dan becek. Ban kendaraan hampir tenggelam di tanah merah ini sehingga sangat mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jalan semakin parah ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain licin, jalan juga sulit dilewati karena lumpur yang tebal dari timbunan tanah merah membuat kendaraan mudah tergelincir.
Masyarakat berharap pemerintah terkait segera mengambil langkah penanganan agar akses jalan di wilayah tersebut dapat kembali normal dan aman dilalui. Warga meminta perbaikan dilakukan menggunakan material yang lebih layak sehingga tidak menimbulkan persoalan baru saat musim hujan tiba.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius mengingat akses tersebut menjadi jalur utama masyarakat Desa Paraili khususnya warga dusun Lombok dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
(Wdy)











