Asap Arang Kepung Tammejarra: Warga Sesak, Pemerintah Tak Kunjung Bertindak

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, – Desa Tammejarra, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, kini menghadapi krisis lingkungan serius akibat aktivitas pembakaran arang terbuka yang mencemari udara. Asap hitam mengepul setiap malam dari lokasi pembakaran, menyusup ke rumah-rumah warga, menyebabkan sesak napas, batuk berkepanjangan, hingga mengganggu kesehatan anak-anak dan lansia.

“Dulu kami masih bisa tidur tenang. Sekarang tiap malam seperti dikepung asap. Anak tetangga saya yang masih kecil batuk terus, juga mulai sesak,” ujar Abd. Rasyid (55), warga yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi pembakaran. “Kami bukan menolak orang cari makan, tapi jangan sampai meracuni orang lain.” tuturnya pada Selasa, (15/7/2025)

Warga menilai pemerintah desa hingga kabupaten abai. Surat keberatan dan laporan yang disampaikan tidak kunjung mendapat respons. Sebagian warga bahkan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi mendapatkan udara bersih. Fungsi pengawasan lingkungan pun dipertanyakan, sementara pihak desa dan kecamatan saling lempar tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, ketika masyarakat bersuara, justru tidak ada aksi nyata dari otoritas. Hukum lingkungan seolah kehilangan daya di Tammejarra. Ketegangan antara pelaku pembakaran arang dan warga terdampak pun kian memanas. Jika tak ditangani serius, kondisi ini dikhawatirkan memicu konflik horizontal.

“Ini bukan sekadar asap, ini adalah bukti nyata kegagalan tata kelola lingkungan,” tegas seorang warga lainnya.

Masyarakat menuntut langkah cepat dan konkret, penghentian sementara aktivitas pembakaran arang, audit lingkungan, edukasi bagi pelaku usaha, serta alternatif ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagian besar pelaku usaha pembakaran arang adalah ibu rumah tangga yang mengandalkan sisa pengolahan batok kelapa untuk penghasilan. Namun tanpa pengaturan yang baik, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan sangat merugikan. Oleh karena itu, pelatihan wirausaha hijau seperti produksi briket ramah lingkungan atau pengolahan limbah kelapa menjadi kompos perlu segera digagas.

Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diminta turun tangan. Jika polusi udara di kota besar seperti Jakarta bisa menjadi isu nasional, maka desa-desa seperti Tammejarra pun layak mendapatkan perhatian yang sama.

(Adm)

Berita Terkait

Memda Mateng Salurkan Beasiswa Kuaat Ke 1.143 Penerima SD dan SMP
DPRD Mateng Rapat Paripurna Persetujuan Raperda APBD-P 2026
Kunjungan Ke Pembangunan RS PHTC Kemenkes, Ketua DPRD Mateng Progres 22.6 Persen
DPRD Mateng Rapat Paripurna Penyerahan APBD-P 2026
HUT ke-34 Desa Bonda, Dua Aset Koperasi Merah Putih Diserahkan untuk Perkuat Ekonomi Warga
PT.Nur Makmur Benteng Bantu Salurkan Air Kewarga
Bhabinkamtibmas Mahahe Turun Tangan Redam Kesalahpahaman Agar Tetap Kondusif
Bhabinkamtibmas Sanjango Bergerak Bersama Cegah Kebakaran Lahan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Memda Mateng Salurkan Beasiswa Kuaat Ke 1.143 Penerima SD dan SMP

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Kunjungan Ke Pembangunan RS PHTC Kemenkes, Ketua DPRD Mateng Progres 22.6 Persen

Senin, 14 September 2026 - 05:43 WIB

DPRD Mateng Rapat Paripurna Penyerahan APBD-P 2026

Senin, 7 September 2026 - 18:07 WIB

HUT ke-34 Desa Bonda, Dua Aset Koperasi Merah Putih Diserahkan untuk Perkuat Ekonomi Warga

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

PT.Nur Makmur Benteng Bantu Salurkan Air Kewarga

Senin, 7 September 2026 - 10:40 WIB

Bhabinkamtibmas Mahahe Turun Tangan Redam Kesalahpahaman Agar Tetap Kondusif

Senin, 7 September 2026 - 10:33 WIB

Bhabinkamtibmas Sanjango Bergerak Bersama Cegah Kebakaran Lahan

Senin, 7 September 2026 - 10:28 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pangale Sisir Jalur Rawan Cegah Pramanisme dan Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru

Oplus_131072

Mamuju Tengah

Bupati Arsal Sebut, ASN Dilarang Rangkap Jabatan BPD

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:57 WIB

Oplus_131072

Berita Terbaru

Memda Mateng Salurkan Beasiswa Kuaat Ke 1.143 Penerima SD dan SMP

Senin, 5 Okt 2026 - 05:26 WIB

x