Di Balik Pesona Kebun Alfukat Desa Banea’ Kabupaten Mamasa

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Banea‘ di Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, adalah desa yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas kopi dan padi selama ini merupakan tanaman utama para petani di desa tersebut.

Tetapi di balik kebiasaan bertani secara turun-temurun itu, ada tanaman alfukat yang kini telah menunjukkan pesonanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Panen Capai 100 Ton Per Musim

Informasi yang dihimpun media ini, di Kabupaten Mamasa, Desa Banea’ adalah satu-satunya desa yang mampu menyuplay kebutuhan buah alfukat puluhan bahkan ratusan ton setiap musim panen. Kepala Desa Banea’ Thomas Tato saat dihubungi membenarkan informasi tersebut.

“Iya, desa kami mampu menyuplay buah alfukat 100 ton per musim,” kata Thomas.

Thomas menjelaskan, pasokan buah alfukat dari desa Banea’ tidak diragukan. Apalagi dengan akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, kondisi ini semakin memudahkan para petani alfukat di desa Banea untuk mengangkut hasil perkebunan mereka ke tempat-tempat transaksi dengan pembeli.

Ia mengatakan, saat ini para petani tidak lagi kewalahan untuk memasarkan hasil perkebunan mereka sebab pedagang dari luar Mamasa, bisa datang ke desa Banea’ untuk melakukan transaksi langsung dengan petani.

Thomas juga mengklaim buah alfukat di desa Banea’ memiliki kualitas cita rasa tersendiri yang  tentu lebih bagus dibanding buah alfukat di wilayah lain.

Salah satu kelebihan buah alfukat di Desa Banea kata Thomas adalah rasanya yang enak, manis dan bisa dikomsumsi langsung tanpa perlu dicampur dengan susu, gula aren atau bahan pemanis lain.

“Tanpa menggunakan gula, alfukat Banea’ bisa langsung dikomsumsi,” kata Thomas.

Harga Jual Tidak Sesuai Harapan

Namun dibalik pesona hasil panen alfukat yang melimpah itu, petani di Desa Banea’ menghadapi persoalan harga yang masih jauh dari harapan. Harga buah alfukat di Desa Banea’ saat ini berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.

Oleh karena itu lanjut Thomas, pemerintah Desa Banea berharap agar pedagang yang masuk ke Desa Banea’ dapat menetapkan harga sesuai dengan harga pasar, agar petani alfukat benar-benar diberdayakan.

Thomas menyebut, lokasi penghasil buah alfukat terbesar di Desa Banea’ ada di Dusun Kanan Hulu dan Dusun Mata Kanan. Dua dusun ini mampu memasok alfukat sebanyak 100 ton per musim.

Upaya Mencari Pasar Untuk Berdayakan Petani

Kata Thomas, saat ini pemerintah Desa Banea sedang berupaya mencari pasar atau perusahaan yang bergerak dibidang industri makanan dan minuman berbahan pokok alfukat untuk diajak kerja sama.

Hal tersebut lanjut Thomas dimaksudkan agar petani alfukat di desanya benar-benar bisa menikmati hasil pertanian mereka dengan penjualan yang tetap dan harga yang memuaskan. (Awt/Guf)

 

Berita Terkait

PNM Hadir di Pelosok Mamasa, Menguatkan Usaha Kecil Ibu Lederika yang Menopang Keluarga
Plt Ketua SMSI Sulbar Diduga Mendapat Intimidasi Dari Oknum Kades di Mamasa
Peserta Pelatihan Selam Disparbud Mamuju Jajal Langsung Pulau Karampuang
Disparbud Mamuju Fokus Promosi Wisata Bahari di 2026, Dua Pulau Ini Jadi Unggulan
Pemprov Sulbar Dukung Percepatan Pemenuhan Jamkesmas di Mamasa
Wabup Mamasa Tegaskan IJS Mitra Strategis Kawal Pembangunan Daerah
Disparbud Bareng Kodim Mamuju Karya Bakti di Rumah Adat, Jaga Kelestarian Budaya Daerah
KAMI Sulbar Soroti Dugaan Nepotisme dalam Job Fit Pemkab Mamasa, Desak Pembatalan Hasil Seleksi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bupati Arsal Sebut, ASN Dilarang Rangkap Jabatan BPD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Kasus Penculikan Gadis Dibawah Umur Viral di Medsos, Pelaku Diamankan di Polres Mateng

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Komisi l DPRD Mateng RDP Terkait Regulasi Rangkap Jabatan ASN dan BPD

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Memda Mateng Salurkan Beasiswa Kuaat Ke 1.143 Penerima SD dan SMP

Jumat, 11 September 2026 - 05:59 WIB

Usai RDP dengan Dinkes, Komisi lll DPRD Mateng Minta Pemda Perhatikan Kusus PKM Salupangkang

Rabu, 9 September 2026 - 05:49 WIB

Usai kunjungan di PKM Salupangkang, Ketua Komisi lll DPRD Mateng Herman Sebut Bangunan tidak Layak Huni

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bupati Mateng Serahkan SK Perpanjangan Perjanjian Kerja 361 PPPK Formasi Tahun 2023 dan 2025

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Anggaran Terbatas, Paskibraka Kab.Mateng 2026 Formasi Penuh

Berita Terbaru

Oplus_131072

Mamuju Tengah

Bupati Arsal Sebut, ASN Dilarang Rangkap Jabatan BPD

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:57 WIB

x