SULBARPEDIA.COM, Majene — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut di Perairan Majene, Sulawesi Barat, memasuki hari keenam pada Selasa (3/2/2026). Hingga hari keenam pelaksanaan operasi, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Sejak dilaporkan jatuh ke laut, korban masih dinyatakan hilang dan dalam status pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju melalui Kasubsi Siaga dan Operasi, Aswandi, S.E, menyampaikan bahwa operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Pada hari keenam ini, area pencarian diperluas secara signifikan hingga 86 mil laut dari titik lokasi kejadian guna memaksimalkan peluang menemukan korban.
“Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan arus dan kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian,” ujar Aswandi.
Namun hingga pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi hari keenam pun dihentikan sementara dengan hasil nihil dan direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (4/2/2026) pukul 07.00 WITA.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sejumlah sarana pendukung seperti perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Aswandi juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Berdasarkan pemantauan, kecepatan angin di lokasi mencapai 1–35 km/jam dengan arah angin barat laut hingga timur, sehingga berpengaruh terhadap jarak pandang dan pergerakan tim di laut.
Meski demikian, pihak Kansar Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan operasi pencarian dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi serta keselamatan seluruh personel SAR yang terlibat di lapangan.
(Rls/Adm)











