Hari Keenam Pencarian Nelayan Jatuh di Perairan Majene, Area Disisir hingga 86 Mil Laut

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SULBARPEDIA.COM, Majene — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut di Perairan Majene, Sulawesi Barat, memasuki hari keenam pada Selasa (3/2/2026). Hingga hari keenam pelaksanaan operasi, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Sejak dilaporkan jatuh ke laut, korban masih dinyatakan hilang dan dalam status pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju melalui Kasubsi Siaga dan Operasi, Aswandi, S.E, menyampaikan bahwa operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Pada hari keenam ini, area pencarian diperluas secara signifikan hingga 86 mil laut dari titik lokasi kejadian guna memaksimalkan peluang menemukan korban.

“Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan arus dan kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian,” ujar Aswandi.

Namun hingga pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi hari keenam pun dihentikan sementara dengan hasil nihil dan direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (4/2/2026) pukul 07.00 WITA.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sejumlah sarana pendukung seperti perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Aswandi juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pencarian. Berdasarkan pemantauan, kecepatan angin di lokasi mencapai 1–35 km/jam dengan arah angin barat laut hingga timur, sehingga berpengaruh terhadap jarak pandang dan pergerakan tim di laut.

Meski demikian, pihak Kansar Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan operasi pencarian dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi serta keselamatan seluruh personel SAR yang terlibat di lapangan.

(Rls/Adm)

Berita Terkait

Polresta Mamuju Ringkus Otak Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Setelah Diburu 15 Hari
Polsek Kalukku Polresta Mamuju Selidiki Penemuan Mayat Bayi di Bebanga
Polresta Mamuju Berhasil Ungkap 15 TKP Curanmor
3 Tahun Kasus Penembakan Sekjen JMSI Rahimandani di Bengkulu Belum Terungkap
Kunjungan Perdana Kadis DKP Safaruddin ke BBIP Poniang, Tegaskan Kolaborasi dan Penguatan Budidaya Perikanan
STIKes Bina Bangsa dan STIE YAPMAN Majene Tanda Tangan MoU Internasional Bersama Unismuh Makassar
Meriahnya Malam Puncak HUT JMSI ke-6 di Banten, Dihadiri Menkop-Wamenhaj
PTKP HMI Cabang Majene Desak Evaluasi AMDAL Lalin JENS Cafe, Dinilai Ganggu Keselamatan Publik

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 16:27 WIB

Gubernur Sulbar Imbau Masyarakat Hemat BBM, Antisipasi Dampak Perang

Senin, 30 Maret 2026 - 14:45 WIB

Gubernur Sulbar Terapkan WFH, ASN Kerja 4 Hari di Kantor 1 Hari di Rumah

Senin, 30 Maret 2026 - 13:16 WIB

Pemda Mateng Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:06 WIB

Pemprov Sulbar dan DPR RI Perkuat Sinergi Program Pusat untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:10 WIB

DiskominfoSS Sosialisasi Aplikasi ASN Digital: Mudahkan Kinerja OPD 

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:12 WIB

Polres Mateng Berhasil Amankan Pelaku Pemerkosa

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:31 WIB

Arsal Aras Bersama Keluarga Kunjungi Korban Kebakaran Kalando

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:36 WIB

Gubernur Suhardi Duka Naik ke Atas Bus, Dialog Langsung dengan Pemudik di Terminal Simbuang

Berita Terbaru

Mamuju Tengah

Pemda Mateng Gelar Musrenbang RKPD 2027

Senin, 30 Mar 2026 - 13:16 WIB

x