SULBARPEDIA.COM, Mamuju — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju menyampaikan kritik resmi kepada Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) menyusul tidak dipasangnya bendera IMM pada prosesi Wisuda Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Hotel Maleo, Mamuju. Kritik tersebut disampaikan melalui surat resmi yang disebut sebagai “surat cinta”, sebagai bentuk teguran kelembagaan yang tetap berlandaskan etika persyarikatan.
Dalam prosesi rapat senat luar biasa dan pelaksanaan wisuda tersebut, sejumlah atribut akademik dan simbol organisasi Muhammadiyah ditampilkan di panggung, kecuali bendera IMM. Tidak hadirnya atribut IMM dianggap mencederai identitas persyarikatan, mengingat IMM merupakan organisasi otonom yang memiliki peran penting dalam pembinaan kader Muhammadiyah di perguruan tinggi.
IMM menilai bahwa momentum wisuda bukan semata seremoni akademik, tetapi juga ruang simbolik yang seharusnya menegaskan hubungan organis antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan organisasi kaderisasi inti persyarikatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi gejala struktural yang mengindikasikan mulai memudarnya pemahaman sebagian unsur di Unimaju mengenai posisi IMM dalam ekosistem persyarikatan,” ungkap Kabid HPKP PC IMM Mamuju, Risnu Wardana, dalam pernyataan resminya.
IMM memilih langkah persuasif dengan mengirimkan surat resmi yang mereka sebut “surat cinta”, sebagai pengingat bahwa Unimaju tidak boleh berjalan tanpa ruh Muhammadiyah dan tanpa menghargai peran IMM sebagai mitra kaderisasi strategis.
“Pemasangan bendera bukan soal atribut, tetapi soal identitas, penghormatan, dan konsistensi nilai. IMM berperan sebagai pengontrol amal usaha Muhammadiyah khususnya di kampus,” tegas Risnu.
Menurut IMM, Unimaju sebagai amal usaha Muhammadiyah semestinya memastikan seluruh simbol persyarikatan hadir secara utuh dalam setiap agenda resmi kampus, terlebih pada acara besar seperti wisuda yang menghadirkan pimpinan daerah, keluarga persyarikatan dan publik.
“Ketika bendera IMM tidak dipasang, itu bukan hanya soal kain yang absen di panggung, tetapi soal hadir atau tidaknya ruh persyarikatan. Melalui ‘surat cinta’ ini, IMM mengingatkan bahwa Unimaju harus menjadi rumah yang menjaga identitas Muhammadiyah secara utuh,” tutup Risnu.
(Adm)












