SULBARPEDIA.COM,- Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Mamuju, dr Hajrah mengungkap 4 faktor penyebab stunting di Mamuju. Di antaranya karena faktor lingkungan, prilaku, pengetahuan dan kemiskinan.
Hal itu disampaikan dr Hajrah saat menjadi pembicara di TVRI Sulbar dalam program Bincang Malaqbi ‘Upaya Menekan Angka Stunting di Mamuju’ pada Selasa (28/5/2024). dr Hajrah awalnya menjelaskan jika angka prevalensi stunting Mamuju di tahun 2023 sebesar 30 persen.

“Kabupaten Mamuju berdasarkan survey Kesehatan Indonesia tahun 2023 itu angkanya pada angka 30 persen, kita masih peringkat kedua ya, di bawah Mamasa, Mamasa 31, 30 Mamuju kemudian 29 Majene dengan Polman, kemudian Mamuju Tengah dan terakhir Pasangkayu,” ujar dr Hajrah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia kemudian membeberkan penyebab stunting di Mamuju. Menurutnya, anak menjadi stunting disebabkan oleh 4 faktor.
“Penyeab stuntung itu multi faktor, banyak faktor, bukan cuma hanya karena asupan gizinya tidak sesuai dengan kebutuhan. Bisa juga karena pola asuhnya, jadi pengetahuan orang tua bagaimana mengasuh anak itu, cara pemberian pola makan mungkin tidak tahu, sehingga itu juga menyebabkan anaknya stunting. Nah berikutnya ketiga juga karena kemampuan ekonomi, mungkin juga orang tuanya tidak mampu memberikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak,” terangnya.
“Kemudian faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi, adanya jamban, kemudian sarana air bersih, kemudian rumahnya masuk rumah sehat atau tidak. Faktor lingkungan, kemudian faktor prilaku, kemudian kemiskinan, kemudian faktor pengetahuan, itu 4 penyebab besar stunting di Kabupaten Mamuju,” tambahnya.
(adv/adm)











