KAMI Sulbar Gelar FGD Terkait Issu Kenaikan BBM

- Jurnalis

Kamis, 1 September 2022 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, – Pengurus Wilayah Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PW KAMI) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (01/09/22) di Warkop Istana Coffe, Jl. Jenderal Sudirman, Karema, Mamuju.

Kegiatan bertema “Dengan Adanya Isu Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi, Apa Solusi Pemerintah?”, ini dihadiri sejumlah Narasumber, seperti Dinas Sosial Provinsi Sulbar, Dinas ESDM Provinsi Sulbar dan perwakilan Media.

Hadir juga peserta dari berbagai kalangan, seperti Aktivis, Pemuda, mahasiswa, Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulbar, wartawan, perwakilan petani, nelayan dan undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pengurus Wilayah KAMI Provinsi Sulawesi Barat, Ashari Rauf menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini. Pihaknya merasa berkewajiban untuk menyampaikan dan menjelaskan kepada publik terkait rencana penyesuaian harga BBM bersubsidi agar dapat dipahami oleh maayarakat luas.

“Dan kita berharap, dengan adanya penyesuaian harga BBM ini benar-benar dipahami dan dimengerti oleh publik terkait alasan pemerintah, sekaligus solusi apa yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat,” kata Ashari.

Menurut Ashari, masyarakat perlu memahami bahwa Pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi, dikarenakan anggaran subsidi BBM dikhawatirkan kian membengkak, mengingat tren konsumsi BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar memang semakin tinggi dan tidak terkendali.

“Coba kawan-kawan bayangkan dampaknya, dimana anggaran APBN akan tersedot dan harus menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp502 triliun seperti yang dijelaskan oleh pemerintah,” sebut Ashari yang juga Sekretaris DPD KNPI Sulbar ini.

“Dan kita semua pasti memahami bahwa penyaluran BBM bersubsidi selama ini memang tidak tepat sasaran kepada masyarakat, utamanya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga gelontoran subsidi pun akhinrya tidak optimal dan hanya dirasakan oleh mayoritas warga kelas ekonomi menengah ke atas,” tambah dia.

Kemudian, lanjut Ashari, berdasarkan keterangan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk tahun 2022 telah dipatok sebesar Rp 502,4 triliun.

“Jadi menurut saya ini penting dijadikan analisa dan pemahaman bersama, bahwa penyesuaian harga BBM ini untuk menghindari alokasi anggaran APBN yang justru lebih banyak tersedot ke anggaran subsidi. Sehingga, tawaran pemerintah dengan berbagai bantuan yang diharapkan akan lebih terarah dan tepat sasaran kepada warga, itu justru lebih tepat,” jelas mantan Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor itu.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin Dinsos Sulbar Idham Halik, mengaku selama ini memang banyak orang menikmati subsidi BBM, dan bukan hanya warga kelas menengah ke bawah, tetapi warga kelas ekonomi menengah ke atas.

“Jadi subsidi ini yang ditarik karena tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, langkah Pemerintah dalam mengantisipasi penyesuaian harga BBM subsidi ini, Dinas Sosial Sulbar memiliki program seperti Jaring Pengaman sosial (JPS), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan berbagai jenis bantuan lainnya seperti PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Sesuai data kita, ada sebanyak 885 ribu lebih dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan ada 105 ribu lebih Jaringan Pengaman Sosial (JPS) kita. Perlu diketahui, bahwa BLT atau bantuan BBM ini akan disalurkan melalui PT POS. Jadi, bukan melalui Dinas Sosial. Tadi kita sudah lakukan pertemuan dengan PT POS dan menjelaskan terkait bantuan itu,” paparnya.

Kemudian, sambung Idham, bantuan khusus yang ditangani di Dinsos sebagai bagian dari solusi atas kenaikan atau penyesuaian harga BBM ini, seperti BPNT, PKH dan sebagainya, akan disalurkan secepatnya, sehingga hal-hal yang dikhawatirkan tidak terjadi saat harga BBM tersebut naik.

“Olehnya penting dilakukan sosialisasi secara optimal, bahwa pemerintah memiliki solusi yang sebenarnya lebih maksimal dan tepat sasaran dibanding mempertahankan subsidi BBM yang selama dinikmati semua kalangan atau tidak tepat sasaran,” pungkasnya.

 

 

(Lis/Lal)

 

 

Berita Terkait

Gubernur Suhardi Duka Motivasi 1.476 Patriot Muda Tim Ekspedisi Patriot 2026
SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional untuk Penguatan Desa dan Publikasi
Ketua DPRD Sulbar Hadiri Rakor Nasional 2026, Perkuat Sinergi Pusat–Daerah
Penuh Haru, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Jadi Inspektur Upacara Persemayaman Salim S Mengga
IPMA Sulbar-NTB Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Solidaritas dan Datangkan SDK
Gubernur SDK Kunjungi Makam Pejuang Sulbar dan Maraqdia Tokape Arajang Balanipa
Pastikan Harga LPG 3 Kg Sesuai HET, Pertamina Sulawesi Bersama Pemerintah Tinjau Pangkalan LPG
Stok BBM dan Gas LPG 3 Kg di Sulbar Aman

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bupati dan Wabup Mateng Hadiri Posyandu dan Penimbangan Serentak di Desa Tangkou

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Dugaan Kasus Pelecehan di Budong Budong, Kasat Reskrim Polres Mateng: Pelaku Akan Diproses Sesuai Hukum yang Berlaku

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Puluhan Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Budong Budong Datangi Polres Mateng

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Bhabinkamtibmas Kawal Posyandu Serentak, Wujudkan Generasi Sehat Dan Cegah Stunting Di Mamuju Tengah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Bhabinkamtibmas Hadir Di Malam Ramah Tamah HUT RI Ke-81, Polsek Pangale Perkuat Sinergi Dan Semangat Kebangsaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Tim URC Sat Reskrim Polres Mateng, Gerak Cepat Amankan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Syahril dan Rukmana Salim Ikut Perebutan Kursi Ketua DPD ll Golkar Mamuju Tengah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Bhabinkamtibmas Bergerak Cepat Tangani lnsiden Buaya dan lmbau Warga Waspadai Sungai Batu Sitanduk

Berita Terbaru

x