Kontroversi Seleksi KPID Sulbar: Petahana Lolos Tanpa Uji Kompetensi, Publik Diminta Mengawal

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULBARPEDIA.COM, — Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat menuai kritik tajam dari berbagai kalangan setelah Tim Seleksi meloloskan peserta petahana langsung ke tahap uji kelayakan dan kepatutan di DPRD tanpa melalui uji kompetensi sebagaimana peserta lainnya.

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Tahun 2024, yang membuka peluang bagi petahana untuk melaju ke tahap selanjutnya tanpa seleksi ulang. Namun, kebijakan ini dianggap mencederai asas keadilan dan prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan publik.

Muhammad Zulfajrin, seorang advokat dan pemerhati hukum penyiaran, menyampaikan keprihatinannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai langkah ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap integritas KPID sebagai lembaga independen yang seharusnya bebas dari kepentingan status quo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada satu pun ketentuan dalam Undang-Undang Penyiaran yang memperbolehkan jalur pintas bagi petahana. Semua calon, termasuk yang pernah menjabat, wajib mengikuti proses seleksi ulang,” tegas Zulfajrin.

Lebih lanjut, ia menilai Keputusan KPI 2024 yang menjadi dasar kebijakan Timsel perlu diuji secara normatif dan konstitusional. Ia menekankan bahwa keputusan administratif tidak boleh bertentangan dengan prinsip tata kelola yang baik dan asas persamaan di hadapan hukum.

Zulfajrin juga mengingatkan akan dampak jangka panjang dari praktik semacam ini, antara lain terhambatnya regenerasi di dunia penyiaran, ketimpangan kesempatan bagi calon baru, serta menguatnya budaya elitisme dalam tubuh lembaga publik.

“Siaran yang sehat hanya bisa lahir dari proses rekrutmen yang sehat. Jangan biarkan lembaga strategis seperti KPID dikendalikan oleh kelompok yang tak mau diuji ulang,” imbuhnya.

Ia mengajak publik, kalangan akademisi, DPRD, dan media massa untuk mengawal ketat proses seleksi ini. Ia juga mendorong agar Keputusan KPI 2024 direvisi dan proses seleksi KPID dibuka untuk pengawasan eksternal, seperti dari Ombudsman RI.

“Ini bukan soal siapa yang menjabat, tapi bagaimana prosesnya dijaga agar tetap adil, terbuka, dan akuntabel,” tutup Zulfajrin.

(Wd)

Berita Terkait

Muhammad Sarjan Padjalai Ditetapkan sebagai Ketua Umum Definitif KKBA Periode 2026-2030
Menang Gugatan Lawan BRI, Polisi di Mamuju Ancang-ancang Lanjut Proses Pidana
Kapolresta Pimpin Langsung Penangkapan Pelaku Pemukulan Anggota Polisi Saat Demo BWS
BNI Kokohkan Komitmen ESG, Perkuat Pembiayaan Hijau dan Transisi Energi Nasional
SMSI Mamuju Tengah: Kerja Jurnalistik Berlandaskan Pancasila dan Berintegritas
RSUD Sulbar Ajak Masyarakat Nikmati Hidangan Kurban dengan Bijak, Kesehatan Tetap Terjaga di Hari Raya Idul Adha
MUSDA IV Hanura Sulbar Digelar, Andi Dodi Hermawan Calon Tunggal Ketua DPD
Pemuda Paraili Soroti Jalan Berlumpur di Desanya: “Akses Warga Terganggu”

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:58 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Terima Audiensi BPS, Bahas Sensus Ekonomi dan Data Sektoral

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:29 WIB

Sulbar Masuk Kelompok Provinsi dengan Tingkat Input Epdeskel Tinggi, Lampaui Rata-rata Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:25 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan: RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:22 WIB

Perdana, RSUD Sulbar Berhasil Laksanakan Operasi Rekonstruksi Kelopak Mata

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:01 WIB

Survei Terravox: 81,5% Masyarakat Sulbar Puas dengan Kinerja Gubernur Suhardi Duka

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:41 WIB

Gubernur SDK Terima Laporan Perkembangan Organisasi Ikatan Jurnalis Sulbar 

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:15 WIB

Gubernur SDK Ultimatum Perusahaan Sawit: Kalau Ada Perintah Pusat, Saya Cabut Izinnya, Harga TBS Tak Wajar

Berita Terbaru

x