SULBARPEDIA.COM, Mamuju — Lingkar Literasi Intensif (LINTAS) Mamuju menggelar forum literasi kritis melalui kegiatan bedah buku berjudul Teror Moral, bertema “Dari Fiksi ke Fakta: Membaca Luka Sosial di Balik Wajah Kemanusiaan”. Acara berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamuju, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pemateri, yakni Bung Gie Sugianto, Muh. Fiqra Haikal, dan Baiq Sukma Widiawati. Bedah buku dilanjutkan dengan diskusi selama dua jam bersama peserta yang berjumlah sekitar 55 mahasiswa dari berbagai kampus di Mamuju.
Acara dibuka secara resmi oleh PLT Kepala Dinas Perpustakaan Mamuju, Muh. Fauzan. Ia berharap perpustakaan semakin aktif menghidupkan budaya baca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Founder LINTAS, Rey Akbar Ramadhan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan mahasiswa. Buku Teror Moral dipilih karena dianggap mencerminkan realitas sosial anak muda yang kini banyak berhadapan dengan persoalan moral dan ketidakadilan.
“Bukan sekadar konflik moral anak muda. Kami ingin mengarah pada isu ketidakadilan di pendidikan, birokrasi, dan sosial,” jelas Rey.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, agen kontrol sosial, sekaligus cadangan intelektual bangsa.
Sementara itu, Muh. Fauzan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung gerakan literasi dengan menyediakan fasilitas, termasuk ruang kegiatan, konsumsi, dan akses buku.
“Literasi tidak bisa hanya berharap pada program pemerintah. Ia harus hadir sebagai gerakan, melibatkan semua elemen,” tuturnya.
Ia mencatat peningkatan kunjungan perpustakaan yang sebelumnya hanya 100 orang per bulan, kini mencapai lebih dari 3.000 kunjungan per bulan.
LINTAS Mamuju merencanakan kegiatan rutin literasi hingga akhir tahun. Bahkan, Rey menyampaikan pihaknya siap mengambil langkah kritis terhadap pemerintah melalui aksi literasi.
(Adm)












