LPG 3 Kg Langka, Disperindag Mamuju Sebut Dipicu Panic Buying-Dugaan Penimbunan

- Jurnalis

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga antre beli elpiji 3 kilogram di Mamuju, foto: dok.ist

Warga antre beli elpiji 3 kilogram di Mamuju, foto: dok.ist

SULBARPEDIA.COM,- Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) buka suara terkait gas elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan warga langka dalam sepekan terakhir. Disperindag menyebut kelangkaan dipicu panic buying hingga adanya dugaan warga menimbun gas subsidi pemerintah tersebut.

“Kondisi kelangkaan lebih disebabkan panic buying yakni pembelian mendadak pada barang dalam kuantitas banyak, sampai pada penimbunan,” kata Kepala Disperindag Mamuju Syahid Pattoeng dalam keterangannya, Sabtu (15/6/2024).

Syahid menyayangkan kondisi kelangkaan tersebut di tengah pendistribusian elpiji 3 kg tetap normal dengan rata-rata 7.840 tabung per hari yang disalurkan kepada 3 agen resmi. Apalagi menjelang Idul Adha, jumlah tersebut bertambah 560 tabung ke setiap agen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahkan jelang hari raya Idul Adha ini stok telah ditambah dari sebelumnya rata-rata 7.840 tabung per hari yang disalurkan ke tiga agen resmi, bertambah 560 tabung per hari untuk masing-masing agen,” terangnya.

Menurut Syahid, kelangkaan gas dipicu adanya konsumen yang tiba-tiba membeli dalam jumlah banyak sehingga ada warga lainnya yang tidak kebagian. Di sisi lain, ia menduga ada warga yang melakukan penimbunan gas subsidi tersebut.
“Akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum yang kedapatan melakukan penimbunan,” ucapnya.

Selain itu, Syahid mengaku telah merekomendasikan ke tiap pangkalan agar tidak melayani pengecer. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi pangkalan yang melanggar.

“Dinas Perdagangan telah merekomendasikan kepada tiap pangkalan untuk tidak melayani pengecer.
Jika ada yang kedapatan melanggar maka pasti akan kita beri sanksi tegas,” jelasnya.

Ia pun mengharapkan agar warga yang telah membeli gas tidak kembali mengantre di pangkalan pada hari yang sama. Hal itu agar semua warga kebagian gas, sehingga kelangkaan tidak terjadi.
“Kami sangat mengharapkan agar ibu-ibu yang sudah membeli tabung hari ini, tidak usahlah antre lagi untuk beli lagi, biar semua mendapat jatah, sehingga kelangkaan tidak perlu terjadi.
Jangan panik karena penyalurannya tetap normal,” pungkasnya.

Baca Juga: Pertamina Sulawesi Gelar Pasar Murah di Mamuju, Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman Jelang Idul Adha 1445 H

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Mamuju mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi pemerintah ukuran 3 kilogram dan mengalami kenaikan harga hingga Rp 30 ribu per tabung. Kondisi kelangkaan elpiji ini disebut sudah terjadi dalam sepekan menjelang Idul Adha.

“Sudah satu minggu-an mi begini (langka elpiji 3 kilogram), harus ki keliling-keliling baru bisa dapat, itu pun harganya di pengecer Rp 30 ribu kalau ada kita dapat,” kata warga Mamuju bernama Rahma kepada wartawan, Rabu (12/6).

Sebelum langka, kata Rahma, dia biasa membeli gas elpiji di pengecer dengan harga Rp 20 ribu per tabung. Ia mengaku telah mendatangi pasar murah Pemkab Mamuju di Lapangan Ahmad Kirang pada Rabu (12/6) pagi untuk membeli gas, namun kehabisan stok.

Sementara itu, salah satu pemilik warung nasi di Mamuju, Makhnim mengaku kelangkaan gas elpiji ini berpengaruh besar terhadap usahanya. Ia menyebut tidak berjualan hari ini imbas kelangkaan gas di pasaran.

“Tidak menjualka hari ini. Tidak ada gas,” kata Makhnim.

(adm/adm)

Berita Terkait

Resmi Nahkodai Hanura Sulbar 2025-2030, Andi Dodi Hermawan Tegaskan Komitmen Pro Rakyat
Calon Mitra Tambahan Sensus Ekonomi 2026 Kecewa, Sistem Pendaftaran BPS Diduga Bermasalah 
Peringati Hari Perawat Internasional, RSUD Sulbar Edukasi Pencegahan Campak dan Budaya Cuci Tangan
BI Sulbar Perkuat Sinergi dengan Media untuk Diseminasi Perekonomian Terkini
Menu MBG SD Buahati Dikeluhkan Ortu Siswa, Sajian Kering dan Minim Bumbu Picu Kekhawatiran
393 Jemaah Haji Mamuju Berangkat ke Tanah Suci, Gubernur Suhardi Duka Doakan Selamat dan Lancar
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal
Parkir Liar dan Aksi Lompat Pagar Siswa SMK Rangas Resahkan Warga

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

200 Keluarga Miskin di Sulbar Terima Bantuan Usaha Rp5 Juta dari Gubernur SDK, Target 300 Lagi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:25 WIB

Jelang Musda ke-IV, Elite DPP Hanura Tiba di Mamuju: Suntikan Energi Baru bagi Kader di Sulbar

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:59 WIB

Tingkatkan Kompetensi Perawat, RSUD Sulbar Laksanakan Journal Reading Metode Hidrasi pada Pasien PCI

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:32 WIB

Gubernur SDK Dukung Hadirnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia: Ini Langkah Selamatkan Penerimaan Negara dan Kemandirian Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:15 WIB

Sekda Sulbar Dorong Digitalisasi Data Pangan: Dengan Digitalisasi, Kebijakan Bisa Lebih Cepat

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Peringati Harkitnas Ke-118, Gubernur Sulbar Ajak Masyarakat Bangga Jadi Bangsa Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:16 WIB

Rancang Dokumen Akhir RKPD, Pemprov Sulbar Matangkan Integrasi Data Sektoral

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:45 WIB

Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2026, RSUD Sulbar Gelar Edukasi Kesehatan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Mamuju Tengah

Pemda Mateng Kembali Raih WTP dari BPK Sulbar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:07 WIB

x